Kehadiran serentak Vivo V70 (Model V2538) dan iQOO 15R (Model I2508) di database SDPPI Indonesia awal tahun 2026 ini menciptakan dilema menarik. Keduanya berasal dari pabrikan yang sama, namun diciptakan untuk dua kepribadian pengguna yang bertolak belakang.
Jika Anda bingung menentukan pilihan di antara “kakak-beradik” ini, berikut adalah analisis komparatif to-the-point berdasarkan spesifikasi kunci dan target pasarnya.
Dapur Pacu: Efisiensi vs Brutalitas
Di sini letak perbedaan paling mencolok.


- iQOO 15R: Diciptakan sebagai performance monster. Dengan bekal Snapdragon 8 Gen 5 (berdasarkan rumor kuat rebrand iQOO Z11 Turbo), ponsel ini mengejar skor AnTuTu tertinggi. Fokusnya adalah frame rate rata kanan di game berat seperti Genshin Impact atau Zenless Zone Zero. Sistem pendingin VC (Vapor Chamber) luas menjadi standar wajib di seri ini.
- Vivo V70: Mengutamakan keseimbangan. Kemungkinan besar menggunakan chipset sub-flagship (seperti seri Snapdragon 7 Gen 4 atau Dimensity 9000-series). Performanya sangat mumpuni untuk multitasking dan editing video capcut, namun tidak se-“buas” iQOO dalam manajemen termal untuk gaming jangka panjang.
Pemenang: iQOO 15R (Mutlak untuk performa).
Sektor Kamera: Zeiss vs Fungsional
- Vivo V70: Ini adalah wilayah kekuasaan Vivo V-Series. Nilai jual utamanya adalah Zeiss Optics dan fitur Aura Light Portrait. Algoritma pemrosesan gambarnya dirancang untuk menghasilkan skin tone natural dan efek bokeh sinematik. Jika Anda kreator konten TikTok/IG atau hobi fotografi portrait, V70 menang telak secara software dan tuning.
- iQOO 15R: Mengandalkan spesifikasi di atas kertas (rumor sensor utama 200 MP + OIS). Hasil fotonya tajam dan sangat layak, namun biasanya “kalah rasa” dibanding V-series. Absennya tuning Zeiss membuat karakter warnanya lebih standar.
Pemenang: Vivo V70 (Mutlak untuk fotografi & estetika).
Layar dan Desain: Ergonomi vs Visual
- iQOO 15R: Mayoritas seri iQOO/Z Turbo menggunakan layar datar (flat). Ini adalah surga bagi gamer karena meminimalisir sentuhan tidak sengaja (ghost touch). Visual layar LTPS OLED 1.5K 6.59 inci-nya tajam, namun desain bodinya biasanya lebih tebal dan utilitarian.
- Vivo V70: Mengusung desain 3D Curved Screen yang tipis dan elegan. Ponsel ini dirancang sebagai aksesori fashion. Sangat nyaman digenggam satu tangan karena profilnya yang ramping, namun layar lengkung seringkali kurang disukai hardcore gamer.
Pemenang: Seri (Tergantung selera: Flat untuk game, Curved untuk kemewahan).
Baterai: The BlueVolt Battle
Kedua ponsel sudah menggunakan teknologi baterai anoda silikon-karbon (BlueVolt), namun implementasinya berbeda.
- iQOO 15R: Mengejar kapasitas ekstrem hingga 7.600 mAh. Ini adalah HP untuk mereka yang malas membawa powerbank seharian.
- Vivo V70: Memprioritaskan ketipisan bodi. Kapasitasnya besar (kemungkinan 6.000-6.500 mAh), tapi diset agar tidak membuat ponsel menjadi “batu bata”.
Pemenang: iQOO 15R (Daya tahan lebih lama).
Siapa Harus Beli Apa?
Jangan salah pilih “senjata”. Uang yang Anda keluarkan harus sesuai dengan rutinitas harian Anda:
- Pilih iQOO 15R jika:
- Prioritas utama Anda adalah gaming kompetitif (MLBB, PUBG, Genshin).
- Anda mementingkan spesifikasi chipset tertinggi dibanding hasil foto portrait.
- Anda membutuhkan baterai badak yang tahan 2 hari pemakaian normal.
- Pilih Vivo V70 jika:
- Anda adalah konten kreator, vlogger, atau sangat peduli dengan kualitas foto selfie dan portrait.
- Anda menginginkan ponsel yang tipis, ringan, dan terlihat mewah saat ditaruh di meja kafe.
- Performa gaming hanya sekadar selingan, bukan kebutuhan primer.
Secara teknis, iQOO 15R menang di hardware mentah, namun Vivo V70 menang di experience dan kamera. Keduanya akan mengisi pasar Indonesia di Q1 2026 dan saling melengkapi, bukan saling membunuh.






