Riset Phintraco Sekuritas menilai saham sektor tambang mineral masih membawa prospek positif seiring kenaikan harga beberapa logam utama. Sentimen datang dari pengetatan pasokan nikel dan langkah kebijakan yang memengaruhi pasar tembaga.
Pergerakan harga beberapa komoditas itu menempatkan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebagai pilihan utama dengan potensi return terbesar menurut rumah riset tersebut.
Phintraco mencatat penguatan harga nikel sepanjang 2026 dipicu oleh potensi pengetatan pasokan global. Salah satu faktor yang disebut adalah kebijakan pemerintah Indonesia yang memangkas kuota produksi bijih nikel 2026 menjadi 260–270 juta ton, atau sekitar 17% di bawah estimasi realisasi produksi 2025 sebesar 320 juta ton.
Selain itu, harga tembaga global juga mencatat kenaikan setelah Amerika Serikat menerapkan tarif 50% terhadap produk tembaga setengah jadi. Kebijakan itu sempat mendorong peningkatan impor dan memperlebar selisih harga antara Comex dan LME.
“ESDM memperkirakan harga tembaga tetap meningkat hingga 2032 seiring pertumbuhan permintaan yang melampaui pasokan, didukung oleh tren elektrifikasi, transisi energi, dan pembangunan infrastruktur,” tulis Phintraco dalam riset yang dirilis Selasa (23/6/2026).
Sejalan dengan outlook harga, Phintraco juga mengulas wacana perubahan skema royalti yang tengah dibahas oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah sempat mengusulkan kenaikan tarif royalti tembaga, dengan royalti konsentrat diusulkan naik menjadi 9–13% dan katoda menjadi 7–10%.
ESDM juga mengusulkan revisi skema royalti timah menjadi lebih progresif, termasuk peningkatan tarif maksimum dari 10% menjadi 20% untuk harga mineral acuan (HMA) di atas US$50.000 per ton. “Dengan rata-rata HMA timah yang telah mencapai US$51.101/ton pada awal 2026, produsen berpotensi dikenakan royalti tertinggi apabila kebijakan tersebut diterapkan,” catat Phintraco.
Saham Pilihan
Dalam risetnya, Phintraco menetapkan rating overweight untuk sektor mineral dan memilih beberapa saham unggulan. Berikut target harga dan potensi kenaikan yang dipaparkan:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): target Rp8.700, potensi kenaikan 127%.
- PT Merdeka Battery Material Tbk (MBMA): target Rp790, potensi 46,3%.
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): target Rp5.000, potensi 62%.
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO): target Rp6.950, potensi 36,9%.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): target Rp3.800, potensi 29,6%.
- PT Timah Tbk (TINS): target Rp4.950, potensi 41,8%.
Phintraco mengingatkan risiko utama sektor ini meliputi ketidakpastian terkait tarif royalti beberapa logam serta kondisi geopolitik yang dapat meningkatkan volatilitas harga.
Ikuti Ihram.co.id
