Riset terbaru dari Phintraco Sekuritas menempatkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai pemberi yield dividen tertinggi di antara bank besar, mencapai 12,2%. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tercatat membukukan laba terbesar, diestimasi memiliki yield dividen lebih rendah, yaitu 5,3%.

Analisis broker tersebut menunjukkan bahwa meskipun BBCA memimpin dalam besaran laba bersih, beberapa pesaing menawarkan imbal hasil dividen yang lebih menarik bagi pemegang saham.

Performa Laba Dan Kredit

Menurut laporan, sampai Mei 2026 PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat pertumbuhan laba bersih tertinggi sebesar 18,6%, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 9,5%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 7,1%, dan BBCA 2,1%.

Dari sisi jumlah laba bersih, BBCA tetap menempati posisi teratas dengan Rp25 triliun, disusul BMRI Rp23,3 triliun, BBRI Rp20,4 triliun, dan BBNI Rp9 triliun.

Phintraco juga mencatat pertumbuhan kredit sampai Mei 2026, dengan BBNI memimpin di 24,5%, BMRI 20,6%, BBRI 12,2%, dan BBCA 4,9%. Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit industri tercatat 11,5%.

— “Sementara itu, sampai Mei 2026, kredit masih kuat, di mana pertumbuhan tertinggi dicetak BBNI 24,5%, BMRI 20,6%, BBRI 12,2%, dan BBCA 4,9%. Secara industri, pertumbuhan kredit mencapai 11,5%,”

Tantangan Dan Proyeksi Pertumbuhan

Phintraco memperingatkan bahwa sektor perbankan berpotensi menghadapi tekanan dari pengetatan likuiditas, kenaikan biaya dana, dan persaingan ketat untuk menghimpun dana pihak ketiga. Kondisi tersebut diperkirakan akan menekan margin meski laba bersih masih tumbuh.

Untuk proyeksi kredit tahun 2026, riset ini memprediksi angka antara 8-10% yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi serta ekspansi fiskal dan program prioritas pemerintah.

Valuasi, PBV, Dan Harga Wajar

Phintraco mencatat valuasi saham bank besar saat ini relatif rendah, terlihat dari rasio PBV yang berada di bawah rata-rata lima tahunan. PBV tercatat: BBCA 2,5 kali, BBRI 1,3 kali, BMRI 1,1 kali, dan BBNI 0,7 kali.

Meski demikian, keempat bank menawarkan yield dividen menarik: BBRI 12,2%, BBNI 10,5%, BMRI 9,1%, dan BBCA 5,3%.

  • Harga wajar yang ditetapkan Phintraco: BBCA Rp10.075 (potensi kenaikan 70%),
  • BMRI Rp5.700 (35,7%),
  • BBNI Rp5.200 (46%),
  • BBRI Rp4.280 (50%).

Angka-angka tersebut mencerminkan estimasi potensi kenaikan harga saham menurut riset yang sama.