Beberapa pialang menyoroti pergerakan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) setelah lonjakan harga dan peningkatan volume pekan lalu. Rekomendasi yang dikeluarkan menempatkan saham emiten rokok ini dalam posisi trading buy dengan target harga beragam.
Pada perdagangan Jumat (19/6/2026) saham GGRM tercatat naik 5,89% ke Rp16.625 dengan volume perdagangan 3,17 miliar saham, frekuensi 1.711 kali, dan nilai transaksi Rp52,43 miliar. Investor asing mencatat net buy Rp6,72 miliar pada hari itu.
Rekomendasi Pialang
MNC Sekuritas mencatat penguatan GGRM dan tingginya volume pembelian yang membuat harga berada di atas MA20. Broker tersebut merekomendasikan trading buy untuk sesi Senin (22/6/2026) dengan titik masuk pada kisaran Rp16.125–16.575.
MNC Sekuritas mematok target harga pertama Rp17.125 dan target kedua Rp17.300. Untuk manajemen risiko, mereka menyarankan stoploss jika saham turun di bawah Rp15.750.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan trading buy dengan titik masuk sekitar Rp16.300 dan stoploss di bawah Rp15.600. Phintraco menetapkan target pertama pada Rp18.000 dan target kedua Rp19.000.
Pergerakan Investor Asing dan Valuasi
Saham GGRM melonjak 10,83% sepanjang pekan 15–19 Juni 2026. Sejak pekan kedua April hingga pekan ketiga Juni 2026, investor asing tercatat melakukan net buy berturut-turut dengan total akumulasi Rp207,93 miliar.
Dari sisi valuasi, GGRM tercatat memiliki rasio price to book value (PBV) 0,50 kali, yang mengindikasikan nilai buku per saham berada pada kisaran Rp33.000-an. Price earning ratio (PER) annualized tercatat sebesar 5,20 kali, dan kapitalisasi pasar perusahaan mencapai Rp31,99 triliun.
Agenda Korporasi
Gudang Garam dijadwalkan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 23 Juni 2026. Terdapat enam mata acara dalam RUPST, termasuk pengesahan neraca dan perhitungan laba rugi untuk tahun buku 2025 serta perubahan susunan pengurus perusahaan.
Pada tahun buku 2025, Gudang Garam membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,55 triliun, naik dari Rp980,8 miliar pada tahun sebelumnya.
Ikuti Ihram.co.id
