Presiden Prabowo Subianto meminta program pengembangan pertanian di Papua dilanjutkan dan diperkuat karena dianggap memberi manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya petani.

Arahan itu disampaikan saat Presiden menerima laporan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menteri Amran menyebut pemerintah telah mengalokasikan dukungan anggaran besar untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian di Papua. Pada 2025 pemerintah menyalurkan sekitar Rp2 triliun, sementara pada 2026 dialokasikan Rp3,2 triliun, sehingga total dukungan mencapai lebih dari Rp5,5 triliun.

“Kami berikan bantuan di sana (Papua) tahun ini Rp 3,2 triliun, tahun lalu Rp 2 triliun, totalnya Rp 5,5 triliun lebih. Kami laporkan kepada Bapak Presiden, beliau mengatakan ini lanjutkan. Bantuan ini bantuan langsung ke rakyat,”

Amran menjelaskan bantuan itu meliputi hibah alat dan mesin pertanian, termasuk traktor, serta program pengembangan lahan sawah untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan di wilayah Papua.

Menurut Amran, Kementerian Pertanian sebelumnya menerima sekitar 200 perwakilan daerah dari Papua yang terdiri atas gubernur, bupati, kepala dinas, hingga petani. Pertemuan itu membahas kebutuhan pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut, salah satunya usulan penambahan program cetak sawah.

Hilirisasi Komoditas dan Anggaran Tambahan

Selain dukungan langsung, pemerintah juga mempercepat program hilirisasi komoditas perkebunan bersama BUMN pangan. Program difokuskan pada pengembangan komoditas bernilai tambah seperti kakao, kopi, jambu mete, kelapa, dan tebu.

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,5 triliun untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut pada periode 2025–2027. Program ini ditargetkan mencakup 870.000 hektare kebun rakyat, termasuk di wilayah Papua.

Amran mengatakan penguatan hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperbesar nilai tambah komoditas, serta mendorong peningkatan pendapatan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami sudah lakukan bersama teman-teman BUMN pangan di 2025. Kami lanjutkan 2026 dan 2027. Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu hektare termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua,”