PT Prudential Life Assurance menawarkan produk asuransi PRUFuture yang dirancang sebagai solusi perlindungan jiwa berbasis dolar Amerika Serikat untuk membantu nasabah menyiapkan tujuan finansial jangka panjang, termasuk pendidikan anak ke luar negeri.

Perusahaan menyatakan produk ini dapat menjadi bagian dari strategi perencanaan pendidikan internasional, di tengah tren kenaikan biaya pendidikan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Lonjakan Biaya Pendidikan Dan Tantangan Nilai Tukar

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 menunjukkan bahwa dalam satu dekade terakhir biaya pendidikan per peserta didik di Indonesia terus meningkat, dengan kenaikan mencapai 282% untuk jenjang perguruan tinggi.

Selain itu, laporan OECD (2026) mencatat mahasiswa internasional di sejumlah negara tujuan utama membayar biaya yang rata-rata lebih dari dua kali lipat dibandingkan mahasiswa domestik. Kondisi ini menuntut kesiapan finansial yang lebih komprehensif bagi keluarga yang mengincar pendidikan global.

Ilustrasi Kebutuhan Dana Pendidikan

Sebuah ilustrasi dari kasus keluarga menunjukkan besarnya tantangan perencanaan. Dino (39) dan Sarah (37) memiliki anak, Mario (13), yang diperkirakan akan masuk perguruan tinggi di Amerika Serikat dalam lima tahun. Pasangan ini rutin menabung selama 10 tahun terakhir untuk persiapan biaya kuliah.

Berdasarkan perhitungan mereka, biaya kuliah saat ini diperkirakan US$50.000 per tahun atau sekitar Rp900 juta dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS. Jika biaya naik rata-rata 6% per tahun, maka dalam lima tahun kebutuhan dapat mencapai lebih dari US$67.000 per tahun, setara sekitar Rp1,2 miliar dengan asumsi kurs tetap Rp18.000.

Perubahan nilai tukar dapat memperbesar kebutuhan dalam rupiah. Dengan asumsi kurs mencapai Rp20.000 per dolar, biaya US$67.000 bisa setara Rp1,34 miliar per tahun, sehingga perencanaan harus memperhitungkan risiko kenaikan biaya dan fluktuasi nilai tukar.

Perencanaan Jangka Panjang Dan Diversifikasi

Priskilla Fachruddin, Certified Financial Planner (CFP) di Prudential Indonesia, menekankan bahwa semakin panjang jangka waktu persiapan, semakin besar peluang keluarga untuk membangun dana pendidikan secara bertahap dan menyesuaikan perubahan kebutuhan di masa depan.

— “Hal tersebut bisa dimulai dengan melakukan diversifikasi aset dan investasi agar return yang didapatkan di masa depan lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan,” kata Priskilla.

Priskilla menambahkan orang tua juga perlu memasukkan estimasi biaya hidup, akomodasi, transportasi, asuransi, serta kebutuhan pendukung lain dalam perencanaan. Menurutnya, biaya pendidikan dan kebutuhan umum cenderung meningkat setiap tahun sehingga penting melakukan peninjauan tujuan keuangan secara berkala agar rencana tetap relevan.

Dia mengingatkan perjalanan menuju pendidikan anak di luar negeri berlangsung jangka panjang dan dapat dipengaruhi berbagai risiko tak terduga. Oleh karena itu, keluarga disarankan memiliki proteksi memadai dan rutin meninjau polis agar tetap sesuai kebutuhan yang berubah.

Selain proteksi dasar, Priskilla menyarankan mempertimbangkan diversifikasi proteksi termasuk solusi berbasis mata uang yang relevan dengan tujuan pendidikan global guna menjaga keselarasan rencana keuangan dengan kebutuhan masa depan.