Nilai tukar rupiah pada Kamis siang, 18 Juni 2026, bergerak melemah terhadap dolar AS meski sempat lebih kuat dibanding pembukaan perdagangan pagi.

Pada pukul 12.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah tercatat melemah 34 poin atau 0,96% ke level Rp 17.796 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS menguat 0,14% ke level 10.229.

Pada pembukaan perdagangan pagi hari, rupiah sempat dibuka melemah 96 poin atau 0,54% ke Rp 17.858 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memperkirakan pelemahan rupiah akan berlanjut hingga penutupan perdagangan sore ini.

— “Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali melemah dg kisaran di Rp 17.770 – 17.850 per dolar AS, dipengaruhi oleh faktor-faktor global,” kata Rully.

Rully menjelaskan salah satu sentimen global yang menekan rupiah adalah keputusan The Fed pada Rabu, 17 Juni, untuk mempertahankan suku bunga disertai pernyataan hawkish mengenai suku bunga yang akan tetap tinggi untuk jangka waktu lebih lama.

Menurutnya, sikap tersebut menghapus harapan pasar akan penurunan suku bunga sekali pada tahun ini dan mendorong indeks dolar AS menembus level 100.

Dari sisi domestik, rupiah juga menerima tekanan setelah perkiraan bahwa Bank Indonesia akan menahan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur siang ini, meski ruang untuk kenaikan suku bunga masih terbuka pada bulan depan.