Nilai tukar rupiah kembali melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin, 22 Juni 2026. Pada pukul 09.05 WIB pasar spot mencatat rupiah dibuka turun 15 poin atau 0,08% ke level Rp17.819 per dolar AS.
Penurunan ini melanjutkan pelemahan dari akhir pekan lalu. Pada penutupan Jumat (19/6/2026) rupiah tercatat melemah tipis 7 poin ke Rp17.801 per dolar AS.
Dalam catatan mingguan, rupiah terkoreksi 93 poin atau sekitar 0,5% dari level Rp17.708 menjadi Rp17.801 selama periode 15–19 Juni 2026.
Pengaruh Penguatan Dolar dan Ketegangan Geopolitik
Pelemahan rupiah terjadi seiring menguatnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama. Kondisi pasar dipengaruhi oleh ketidakpastian atas kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran, menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang dimulainya kembali operasi militer di Timur Tengah dan pernyataan Iran bahwa mereka menutup Selat Hormuz.
Ketegangan itu mendorong permintaan terhadap aset berdenominasi dolar dan mendorong dolar menguat di pasar global pada pembukaan perdagangan.
Pergerakan Mata Uang Lain
Poundsterling melemah sekitar 0,24% ke level $1,32055 per dolar AS pada awal perdagangan, di tengah sorotan pasar terhadap dinamika politik di Inggris setelah kemenangan Andy Burnham yang menimbulkan pertimbangan atas masa depan politik Perdana Menteri Keir Starmer.
Mata uang Eropa, euro, turun sekitar 0,1% menjadi $1,1462 per dolar AS. Dolar Australia bergerak turun sekitar 0,19% ke $0,70035, sementara dolar Selandia Baru diperdagangkan di kisaran $0,573 per dolar AS.
Yen Jepang juga melemah, tercatat pada 161,53 per dolar AS, mendekati level terendah dua tahun yang sempat dicapai pekan lalu.
Risiko Pasokan Energi dan Dampaknya
Isu arus kargo melalui Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar. “Pada akhirnya, yang penting bagi pasar adalah arus kargo melalui Selat Hormuz,” ujar Chris Weston, kepala riset di Pepperstone.
Weston menambahkan, “Pasar fisik tetap ketat dan itu seharusnya memberikan dukungan, tetapi arus di pasar valuta asing dan komoditas, khususnya emas, akan terus sangat dipengaruhi oleh perkembangan di kompleks energi.”
Ikuti Ihram.co.id
