Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Jumat, 26 Juni 2026. Pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah tercatat dibuka melemah 44 poin atau 0,25% ke level Rp17.987 per dolar AS.
Pelemahan ini menutup kembali pergerakan setelah sehari sebelumnya rupiah sempat menguat tipis 9 poin ke level Rp17.943 per dolar AS pada penutupan Kamis (25/6/2026).
Sentimen Pasar Global
Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kondisi pasar Asia, termasuk pergerakan mata uang yen Jepang yang mendekati level terlemah terhadap dolar dalam beberapa dekade. Yen tercatat stabil di sekitar 161,82 per dolar AS setelah sedikit pulih dari titik terendah 161,95 pada hari sebelumnya.
Indeks dolar AS yang sempat menguat selama beberapa hari juga menunjukkan pergerakan variatif. Indeks tersebut sedikit menurun dari level terkuatnya sejak Mei 2025, namun tetap menuju kenaikan mingguan berturut-turut pertama sejak konflik di Timur Tengah pecah.
Pergerakan Mata Uang Lain
Mata uang utama lain juga menunjukkan pergerakan, dengan euro turun 0,1% ke US$1,1361 per dolar AS dan poundsterling stabil di US$1,3187 per dolar AS. Dolar Australia melemah 0,2% ke US$0,6899 per dolar AS.
Ulasan Analis
Dalam laporan riset, analis dari Capital Economics menilai bahwa setelah kenaikan tajam menyusul pertemuan FOMC pekan lalu, dolar AS mengalami pelemahan ringan dan kemungkinan akan mengalami jeda dalam waktu dekat.
Ihram.co.id — “Namun kami berpikir bahwa perbedaan kebijakan moneter yang muncul antara AS dan Eropa berarti penguatan lebih lanjut untuk dolar AS akan terjadi pada paruh kedua tahun 2026,”
Ikuti Ihram.co.id
