Nilai tukar rupiah kembali melemah menghadapi keputusan suku bunga The Fed pada Rabu, 17 Juni 2026. Pada perdagangan spot pagi hingga siang, rupiah bergerak sekitar level Rp17.748 per dolar AS, turun sekitar 23 poin (0,13%).

Pergerakan mata uang domestik juga dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan kebijakan moneter dalam negeri. Dolar AS tercatat bergerak tipis melemah ke level indeks 99,509 pada waktu pengamatan.

Sentimen Global dan Ekspektasi The Fed

Analis dari Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyatakan bahwa posisi rupiah dipengaruhi oleh sentimen pasar menjelang putusan suku bunga Federal Reserve di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.

— “Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.720 – Rp17.800 per dolar AS, dipengaruhi oleh faktor global antisipasi keputusan suku bunga The Fed nanti malam,”

Faktor Domestik: Kebijakan BI dan Fiskal

Dari sisi domestik, Rully menyebut langkah Bank Indonesia dalam menentukan arah kebijakan moneter menjadi faktor penentu setelah kenaikan BI-Rate ke level 5,5% pekan lalu.

Menurut dia, Bank Indonesia diperkirakan akan menahan suku bunga acuan pada rapat dewan gubernur yang dijadwalkan besok meski tekanan geopolitik mereda.

“Rupiah masih ada ruang penguatan untuk perdagangan besok. Juga sepanjang minggu ini jika hasil pertemuan The Fed memasukan faktor inflasi jangka pendek, dimana tren penurunan harga minyak tinggi karena de-eskalasi geopolitik. Serta pertimbangan ekonomi AS yg masih kuat sehingga diharapkan ada satu kali penurunan bunga The Fed di tahun ini,”

Rully juga mencatat respons pemerintah terhadap mitigasi tekanan fiskal dinilai positif oleh pasar, termasuk langkah evaluasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).