Kuala Lumpur menjadi saksi krisis kepemimpinan di tubuh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Plt Ketua FAM, Datuk Mohd Yussof Mahadi, mengungkapkan bahwa Komite Eksekutif (Exco) tengah mempertimbangkan opsi pengunduran diri massal menyusul skandal naturalisasi yang mengguncang publik.
Langkah drastis ini diambil sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan wajah sepak bola nasional dari ancaman sanksi pembekuan oleh FIFA dan AFC.
Kronologi Skandal Naturalisasi dan Sanksi FIFA
Berdasarkan laporan dari Harian Metro, krisis ini bermula ketika FIFA menemukan bukti bahwa 7 pemain naturalisasi Malaysia tidak memiliki garis keturunan yang sah.
Investigasi mengungkap adanya pemalsuan dokumen yang dilakukan secara sistematis untuk meloloskan status kewarganegaraan para pemain tersebut.
| Aspek Pelanggaran | Detail Sanksi & Temuan |
|---|---|
| Jumlah Pemain | 7 Pemain Terbukti Tanpa Darah Malaysia |
| Sanksi Pemain | Larangan Bermain 12 Bulan & Denda Individu |
| Sanksi Federasi | Denda Finansial & Penolakan Banding oleh FIFA |
| Status Hukum | Menunggu Putusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) |
Pernyataan Resmi dan Opsi Mundur Massal
Dalam pertemuan darurat tersebut, Datuk Mohd Yussof Mahadi menegaskan bahwa keutuhan organisasi adalah prioritas utama. “Kami meminta pendapat semua EXCO.
Kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk memastikan FAM tidak diskors oleh FIFA. Salah satu opsinya adalah usulan untuk mengundurkan diri secara bulat,” ujarnya.
Meskipun beberapa anggota Exco awalnya menolak, tekanan dari AFC yang memperingatkan potensi pembekuan serupa dengan yang pernah dialami Indonesia beberapa tahun silam membuat opsi mundur menjadi sangat realistis. FAM kini berpacu dengan waktu sebelum putusan CAS keluar untuk menentukan arah masa depan sepak bola Malaysia di kancah internasional.






