Finance

Tabel KUR BRI 2026: Simulasi Cicilan Plafon Rp 1 Juta hingga Rp 100 Juta

Advertisement

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali membuka penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada awal tahun 2026. Langkah ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berencana memperkuat modal usaha mereka di periode awal tahun ini.

Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI mencatatkan performa impresif pada tahun sebelumnya. Hingga November 2025, bank plat merah ini telah menyalurkan KUR sebesar Rp163,38 triliun kepada 3,5 juta debitur, atau mencapai 92,3 persen dari total alokasi tahunan.

Simulasi Cicilan KUR BRI 2026 Plafon Rp 1 Juta – Rp 100 Juta

Sumber: https://kur.bri.co.id

Memahami tabel angsuran sangat krusial bagi calon debitur guna menyesuaikan cicilan dengan arus kas usaha. Secara umum, KUR BRI 2026 menerapkan bunga efektif sebesar 6 persen per tahun dengan tenor fleksibel hingga 60 bulan (5 tahun).

Berikut adalah rincian simulasi angsuran bulanan untuk berbagai plafon pinjaman:

1. Pinjaman Rp 1 Juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 88.333
  • Tenor 24 bulan: Rp 46.667
  • Tenor 36 bulan: Rp 32.778
  • Tenor 60 bulan: Rp 21.667

2. Pinjaman Rp 10 Juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 883.333
  • Tenor 24 bulan: Rp 466.667
  • Tenor 36 bulan: Rp 327.778
  • Tenor 60 bulan: Rp 216.667

3. Pinjaman Rp 50 Juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 4.416.667
  • Tenor 24 bulan: Rp 2.333.333
  • Tenor 36 bulan: Rp 1.638.889
  • Tenor 60 bulan: Rp 1.083.333

4. Pinjaman Rp 100 Juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 8.833.333
  • Tenor 18 bulan: Rp 6.055.556
  • Tenor 24 bulan: Rp 4.666.667
  • Tenor 36 bulan: Rp 3.277.778
  • Tenor 48 bulan: Rp 2.583.333
  • Tenor 60 bulan: Rp 2.166.667

Catatan: Nominal cicilan di atas bersifat estimasi. Angka riil dapat sedikit berbeda tergantung pada biaya administrasi serta hasil analisis kredit dari pihak bank.

Kategorisasi Jenis KUR BRI

Pelaku UMKM perlu mengetahui jenis KUR yang akan diajukan sesuai dengan skala usaha dan kebutuhan limitnya. Pada tahun 2026, BRI membagi layanan ini dalam tiga kategori utama:

  • KUR Super Mikro: Ditujukan untuk rintisan usaha dengan plafon maksimal Rp 10 juta.
  • KUR Mikro: Menjadi opsi paling populer dengan limit pinjaman mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 50 juta.
  • KUR Kecil: Diperuntukkan bagi usaha yang lebih mapan dengan plafon di atas Rp 50 juta hingga Rp 500 juta.

Persyaratan dan Dokumen Pengajuan

Untuk menjaga kualitas kredit, BRI menetapkan sejumlah syarat bagi calon debitur. Pengajuan pinjaman di atas Rp 50 juta mewajibkan kepemilikan NPWP sebagai salah satu syarat administratif utama.

Advertisement

Adapun syarat umum lainnya meliputi:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) minimal usia 17 tahun atau sudah menikah.
  2. Memiliki usaha produktif yang telah berjalan minimal selama 6 bulan.
  3. Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain, kecuali KPR, KKB, atau kartu kredit.
  4. Menyiapkan dokumen identitas berupa e-KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Akta Nikah (jika relevan).
  5. Memiliki legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU).

Prosedur Pendaftaran: Online dan Offline

BRI memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam melakukan pengajuan. Salah satu pegawai BRI mengungkapkan bahwa nasabah bisa langsung datang ke unit kerja terdekat untuk proses yang lebih personal.

“Ke bank bawa KTP, NIB (nomor induk berusaha), serta pernyataan bahwa usaha yang dijalankan telah berlangsung kurang lebih 6 bulan,” ungkapnya.

Selain datang langsung, masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal digital melalui laman kur.bri.co.id atau aplikasi BRImo. Berikut langkah ringkas pengajuan secara daring:

  1. Akses laman kur.bri.co.id dan pilih menu “Ajukan Pinjaman”.
  2. Login menggunakan email atau daftar akun baru bagi pengguna pertama.
  3. Isi data diri, data usaha, serta unggah dokumen pendukung (KTP, Foto Usaha, NIB/SKU).
  4. Tentukan nominal pinjaman dan tenor, lalu klik “Hitung Angsuran”.
  5. Klik “Ajukan Pinjaman” dan tunggu proses verifikasi serta survei fisik dari pihak bank.

Setelah pengajuan diproses secara sistem, bank akan melakukan survei fisik ke lokasi usaha. Nasabah nantinya tetap diwajibkan datang ke kantor cabang BRI untuk proses penandatanganan dokumen kredit sebelum dana dicairkan.

Advertisement