Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berbalik turun pada sesi I perdagangan Senin, 29 Juni 2026, setelah sempat menguat tajam pada penutupan pekan sebelumnya. Pergerakan turun terjadi sekitar pukul 10.17 WIB ketika harga tercatat berada di Rp 6.050, turun 2,02%.
Perdagangan pagi itu mencatat 71,46 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi 13.531 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 435,59 miliar. Data perdagangan menunjukkan tekanan jual yang cukup terasa pada saham berkode BBCA.
Aliran Dana dan Net Sell
Merujuk data dari Stockbit Sekuritas, BBCA tercatat mengalami net sell sebesar Rp 20,3 miliar pada periode yang sama. Kondisi ini sejalan dengan catatan pasar bahwa likuiditas pada saham tersebut relatif menurun.
Penilaian Analis
Maybank Sekuritas mencatat BBCA sempat menjadi outlier dengan penutupan naik 2,49% pada Jumat sebelumnya, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,72%. Pola kenaikan itu dinilai menyerupai rebound yang terlihat pada 9 Juni lalu ketika BBCA menjadi salah satu penggerak pasar.
Meski sempat menguat, Maybank menyoroti bahwa pergerakan BBCA masih dibayangi nilai transaksi yang relatif rendah, kondisi yang juga dialami oleh IHSG secara keseluruhan.
Kiwoom Sekuritas merekomendasikan strategi accumulation buy atau trading buy untuk saham BBCA pada perdagangan Senin, dengan titik masuk di kisaran Rp 6.000–6.175. Rumah analis ini memasang target harga di rentang Rp 6.375–6.550, dengan level support pada Rp 5.925–6.000 dan anjuran cut loss jika harga turun ke Rp 5.875.
Ikuti Ihram.co.id
