CILEGON – Dokter forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon mengungkap temuan mengejutkan terkait penyebab kematian anak seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Cilegon. Korban ditemukan tewas dengan luka bersimbah darah, di mana 10 luka benda tajam dan 9 luka benda tumpul ditemukan di tubuhnya. Luka tusuk di bagian leher dan dada menjadi penyebab utama korban meregang nyawa.
Penyebab Kematian yang Mengerikan
Kepala Instalasi Forensik RSUD Cilegon, Baety Adhayati, menjelaskan secara rinci luka-luka yang ditemukan. “Luka di leher kiri memutus pembuluh nadi utama dan menyebabkan pendarahan,” kata Baety kepada wartawan pada Senin (5/1/2026). Ia menambahkan, luka tusuk lain yang ditemukan di dada kanan juga cukup fatal.
“Luka tusuk dada kanan menembus paru-paru juga mengakibatkan pendarahan dan terperangkapnya paru di iga,” jelas Baety. Menurutnya, kedua luka tusuk inilah yang secara langsung menyebabkan korban meninggal dunia.
“Dari luka-luka yang ditemukan ada 2 sebab kematian, yaitu luka tusuk di leher kiri yang memutus pembuluh nadi utama, yang mana kemudian menyebabkan pendarahan dan luka tusuk dada kanan yang menembus paru dan mengakibatkan pendarahan dan terperangkapnya paru di iga,” ungkap Baety.
Rincian Luka di Tubuh Korban
Selain luka tusuk yang mematikan, pemeriksaan dokter forensik juga menemukan luka-luka lain di tubuh korban. Baety merinci total ada 19 luka yang ditemukan, yang berasal dari benda tajam dan tumpul.
“Ada 10 luka tusuk dan 9 luka tangkis dan sisanya kekerasan tumpul berupa memar luka lecet dan bengkak,” papar Baety. Ia menegaskan bahwa luka-luka lain tersebut, meskipun signifikan, tidak menjadi penyebab kematian secara biologis.
“Itulah yang menjadi sebab kematian dari korban sedangkan luka lain tidak menimbulkan kematian,” tutupnya.






