Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan Jumat (19/6/2026). Sentimen positif datang dari penguatan indeks di bursa Wall Street serta dipertahankannya status pasar saham Indonesia pada kategori Emerging Market.
Meski demikian, sejumlah faktor masih berpotensi menekan pasar, termasuk catatan MSCI tentang perlunya perbaikan transparansi kepemilikan saham (free float) dan pembentukan harga yang wajar, koreksi harga mayoritas komoditas, serta berlanjutnya aksi jual investor asing.
Dalam ulasan yang dirilis Jumat (19/6/2026), CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan IHSG cenderung menguat dengan rentang teknikal sebagai berikut:
- Support: 6.070–5.970
- Resist: 6.275–6.375
Pengaruh Pasar Global
Penguatan di Wall Street pada perdagangan sebelumnya menjadi salah satu penopang sentimen regional. Saham-saham sektor teknologi rebound setelah mengalami tekanan sehari sebelumnya terkait indikasi kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed.
Di antara perusahaan teknologi, Intel mencatatkan penguatan paling signifikan sebesar 10,64% setelah pernyataan Presiden Donald Trump bahwa perusahaan akan berkolaborasi dengan Apple untuk mendesain chip di Amerika Serikat. Kenaikan ini diikuti oleh saham lain di sektor serupa, seperti Micron Technology dan Nvidia yang masing-masing naik 8,7% dan 2,95%, sehingga iShares Semiconductor ETF melonjak 6,62%.
Rekomendasi Saham Untuk Trading
Berdasarkan prospek tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk aktivitas trading pada Jumat (19/6/2026):
- MDKA
- UNVR
- MBMA
- TOWR
- AMMN
- ANTM
Ikuti Ihram.co.id
