Prediksi pertumbuhan laba PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencapai 19% pada 2026 menempatkan emiten minuman kemasan itu di posisi yang lebih kuat dibanding pesaing, menurut riset analis.

Proyeksi tersebut menjadi salah satu dasar rekomendasi beli untuk saham CLEO, dengan target harga yang mencerminkan potensi kenaikan signifikan dari harga pasar saat ini.

Alasan Lonjakan Laba

Riset mencatat lima katalis utama yang mendorong lonjakan laba bersih CLEO. Pertama, peningkatan volume penjualan seiring pertumbuhan industri minuman kemasan dan pergeseran konsumsi dari air rebus ke air kemasan.

Kedua, harga jual rata-rata CLEO diperkirakan meningkat sekitar 6% sepanjang 2026. Ketiga, terjadi normalisasi biaya promosi yang berdampak pada margin.

Keempat, penggunaan kemasan daur ulang disebut 50% lebih rendah dibanding impor, dan kelima, ekspansi jaringan distribusi hingga 26% membantu menekan biaya logistik.

Rekomendasi Dan Target Harga

Analis mempertahankan rekomendasi buy untuk saham CLEO dengan target harga Rp620 per saham, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 60% dari harga terakhir Rp386.

Valuasi target didasarkan pada proyeksi PER 2026 sebesar 32,8 kali, yang terhitung lebih tinggi dibanding rata-rata saham FMCG karena ekspektasi kenaikan pangsa pasar CLEO.

Riset juga mencatat kapasitas distribusi dan produksi perusahaan: CLEO memiliki 32 pabrik serta 9.000 agen penjual. “Dengan begini, CLEO berada di posisi tepat untuk melampaui kinerja pesaing, karena ketersediaan produk yang memadai,” tulis laporan riset tersebut.

Saat ini, menurut riset, saham CLEO diperdagangkan pada PER sekitar 20 kali.