Perubahan pola investasi emas dan pergerakan harga logam mulia menjadi sorotan pada Kamis, 18 Juni 2026. Lima topik utama mencakup pergeseran lokasi penyimpanan, harga perhiasan, tekanan pada harga emas Antam, koreksi saham BBCA, serta aksi beli asing di saham GOTO.

Berikut rangkuman fakta terkait masing-masing perkembangan yang tercatat hingga Kamis pagi.

Tren Simpan Emas Berubah Arah

Posisi Swiss sebagai destinasi utama penyimpanan emas bergerak turun. Menurut laporan World Gold Council, penyimpanan di Bank Nasional Swiss menyusut menjadi 6% pada 2026 dari 12% pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini tercatat bersamaan dengan penambahan cadangan emas bersih oleh beberapa bank sentral global sebesar 17 ton pada April, yang dipimpin oleh Polandia dan China.

Harga Emas Perhiasan Tetap Kokoh

Harga emas perhiasan tercatat solid di beberapa penjual besar pada pagi hari tersebut. Data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas menunjukkan tren harga yang relatif stabil pada Kamis, 18 Juni 2026.

Calon pembeli dan investor perhiasan disarankan terus memantau daftar harga untuk menentukan waktu terbaik membeli atau menjual.

Harga Emas Antam Tertekan

Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) mengalami penurunan signifikan pada Kamis, 18 Juni 2026. Catatan laman Logam Mulia menunjukkan penurunan sebesar Rp 30.000 pada hari itu.

Harga buyback (pembelian kembali) emas Antam juga tercatat turun tajam pada hari yang sama.

Saham BBCA Memerah

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berbalik turun pada sesi I perdagangan Kamis. Setelah reli kuat pada periode 9–15 Juni 2026, saham ini mulai menunjukkan koreksi.

Pada sekitar pukul 10.33 WIB, 18 Juni, saham BBCA tercatat turun 2,39% ke level Rp 6.125 dengan volume 84,52 juta saham, frekuensi 24.293 kali, dan nilai transaksi Rp 522,34 miliar.

Saham GOTO Masih Diburu Asing

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus mencatat net buy oleh investor asing sepanjang 18 Mei hingga 17 Juni 2026. Meski demikian, harga saham GOTO masih bertahan pada level Rp 50 sejak 5 Mei 2026.

Rekomendasi dari Mandiri Sekuritas pada 15 Juni tetap mengarah pada buy dengan target harga hingga Rp 100, sementara pasar menantikan keputusan penting terkait emiten tersebut.