Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 225,8 miliar pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/6/2026).

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjadi tujuan utama arus modal asing pada sesi tersebut, dengan porsi pembelian terbesar di pasar reguler.

Berdasarkan data BEI yang dirilis oleh Stockbit Sekuritas, asing melakukan net buy saham EMAS senilai Rp 945,4 miliar jika dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I, dengan volume transaksi mencapai 133,1 juta saham.

Aksi beli ini bertepatan dengan penguatan harga saham EMAS sebesar 3,2% ke level Rp 7.225 pada sesi I.

Pergerakan Harga dan Kinerja Saham

Dalam sepekan terakhir, saham Merdeka Gold Resources mengalami kenaikan 4,7%, namun dalam kurun sebulan terakhir turun 8,5%. Secara year to date (ytd), saham EMAS tercatat melonjak 30,1%.

Dukungan Investor Global Jelang Pencatatan HKEX

Perseroan menerima dukungan kuat dari sejumlah investor global menjelang rencana pencatatan saham di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). Perusahaan mengungkapkan beberapa cornerstone investors telah menyatakan komitmen untuk berpartisipasi dalam penawaran saham di HKEX.

Dari kelompok pelaku industri strategis tercatat partisipasi Wanguo Gold Group Limited, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology) Co Ltd, Mercuria Holdings (Singapore) Pte Ltd, Trafigura Pte Ltd, Glencore International AG, serta Intera Mining Investment Limited (anak usaha penuh JCHX Mining Management Co Ltd).

Kelompok investor keuangan yang menyatakan minat meliputi Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Co Ltd, GF Fund Management, Eurus Holdings SPC milik ORIX, Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC.

Investor cornerstone tersebut telah menyerap sekitar 49,9% dari saham yang ditawarkan dalam penawaran dasar, yang merupakan batas maksimum sesuai ketentuan pencatatan di HKEX.

Prospek Tambang dan Pencapaian Perusahaan

Minat investor internasional terhadap EMAS terkait dengan prospek Tambang Emas Pani, yang disebutkan sedang memasuki fase pertumbuhan produksi. Sejak mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2025, EMAS merekam sejumlah pencapaian, termasuk first gold pour pada Februari 2026 dan penjualan emas perdana pada Maret 2026.

Hingga akhir 2025, Tambang Emas Pani memiliki sumber daya mineral sebesar 7 juta ons emas dan cadangan bijih mencapai 5,2 juta ons emas. Dengan jumlah tersebut, Pani disebut sebagai salah satu deposit emas primer terbesar di kawasan Asia.