PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo meluncurkan pendekatan baru, Risk Management Partnership (RMP), untuk memperluas peran perusahaan dari penyedia perlindungan menjadi mitra strategis dalam manajemen risiko.

Langkah ini dimaksudkan untuk membantu tertanggung mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko secara komprehensif sehingga ketahanan dan daya saing usaha meningkat.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menyatakan bahwa RMP merupakan transformasi model bisnis perusahaan untuk merespons kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.

“Risiko saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih proaktif. Melalui Risk Management Partnership, kami tidak hanya menyediakan perlindungan melalui polis, tetapi juga mendampingi tertanggung dalam mengidentifikasi, menganalisis, hingga memitigasi risiko agar potensi kerugian dapat diminimalkan,” ujar Brellian.

Perluasan Peran dan Sektor Terdampak

Dengan RMP, peran asuransi bergeser dari sekadar melindungi aset menjadi penguat ketahanan bisnis (business resilience) dan peningkatan daya saing sektor riil.

Pendekatan ini diklaim memberi kontribusi pada pengembangan berbagai sektor strategis nasional, termasuk industri, kelautan, manufaktur, infrastruktur, logistik, perdagangan dan distribusi, pariwisata, serta transportasi.

Asuransi Jasindo juga menyatakan komitmen pemberian perlindungan di sektor-sektor strategis pada 2025 sebagai bagian dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Transformasi Operasional dan Tata Kelola

Perusahaan menggenjot transformasi operasional melalui peningkatan kualitas layanan dan penguatan tata kelola untuk mendukung implementasi RMP.

Upaya yang dilakukan mencakup percepatan proses klaim agar lebih transparan dan akuntabel, pembentukan tim taktis lintas fungsi untuk klaim bernilai besar, serta perbaikan proses bisnis yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan kesehatan portofolio.

Di bidang tata kelola, Asuransi Jasindo menekankan penerapan Good Corporate Governance dan penguatan manajemen risiko melalui peningkatan efektivitas pengendalian internal, pengawasan, serta penyempurnaan proses berdasarkan prinsip kehati-hatian.

Perusahaan menyatakan bahwa rekomendasi dari regulator dan pemangku kepentingan ditindaklanjuti sebagai bagian dari komitmen perbaikan berkelanjutan.

Kaitan Dengan Agenda Nasional dan Konsolidasi BUMN

Inisiatif Risk Management Partnership dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam memperkuat sektor strategis, meningkatkan perlindungan bagi dunia usaha, serta mendorong literasi dan budaya sadar risiko.

Penguatan kapabilitas manajemen risiko juga disebut menjadi modal strategis Asuransi Jasindo dalam mendukung agenda konsolidasi BUMN sektor asuransi yang diinisiasi Danantara Indonesia.

Sebagai bagian dari Indonesia Financial Group (IFG), Asuransi Jasindo menyatakan komitmen memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan layanan, dan menghadirkan solusi manajemen risiko adaptif untuk mendukung ekosistem asuransi nasional yang lebih kuat dan kompetitif.

“Kepercayaan merupakan aset terpenting dalam industri asuransi. Karena itu, kami akan terus memperkuat kualitas layanan, tata kelola perusahaan, dan kapabilitas manajemen risiko agar dapat memberikan perlindungan yang lebih bernilai bagi masyarakat dan dunia usaha,” kata Brellian.

Brellian menambahkan bahwa dengan Risk Management Partnership, Asuransi Jasindo optimistis dapat menjadi mitra strategis yang tidak hanya melindungi aset, tetapi juga memperkuat ketahanan bisnis dan mendukung pembangunan ekonomi nasional, termasuk melalui penguatan ekosistem BUMN asuransi bersama Danantara Indonesia.