Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun signifikan pada sesi I perdagangan Senin, 22 Juni 2026. Sekitar pukul 09.58 WIB harga saham tercatat melemah 1,59% menjadi Rp6.200 per saham.
Perdagangan terhadap saham BBCA tercatat padat: volume 70,63 juta saham, frekuensi 15.079 kali, dan nilai transaksi mencapai Rp443,29 miliar.
Aksi jual menjadi tekanan utama bagi BBCA. Berdasarkan data yang tercatat, saham berkode BBCA mencatat net sell sebesar Rp168,9 miliar, tertinggi di antara saham-saham dengan posisi net sell lainnya pada sesi tersebut.
Sebelumnya, saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Djarum ini sempat mengalami reli panjang sejak 9 Juni hingga 15 Juni 2026. Pergerakan kemudian stagnan pada 17 Juni dan berbalik turun pada 18 Juni, meski pada 19 Juni saham sempat menguat 3,70%.
Analisa dari Maybank Sekuritas menunjukkan akselerasi nilai transaksi BBCA mulai menurun. Dibandingkan big banks lain, pergerakan BBCA terlihat relatif outlier, sehingga secara taktis terbuka peluang normalisasi momentum jangka pendek setelah rally yang sangat cepat.
Penurunan saham BBCA pada sesi I juga sejalan dengan pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG), yang tercatat turun 0,89% pada saat pengamatan data tersebut.
Ikuti Ihram.co.id
