PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk memasang target marketing sales sebesar Rp600 miliar sambil mempertahankan pertumbuhan pendapatan berulang yang stabil. Perusahaan menempatkan fokus pemasaran lahan pada sektor Warehouse & Logistic, Consumer Goods, Food and Beverage, serta Data Center.

Langkah itu ditempuh seiring kelanjutan pengembangan kawasan MM2100 dan upaya memperluas segmen komersial lewat BeFa Industrial Hub, yang menawarkan bangunan pabrik standar multiguna untuk membuka sumber pendapatan baru dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

Pengembangan Kawasan dan Fokus Data Center

Rika Mandasari, Media Relations Bekasi Fajar, menyatakan perseroan tetap fokus mengembangkan bisnis kawasan industri di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global. Salah satu proyek yang disebut adalah pengembangan Cluster Data Center untuk memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi.

Rika mengatakan perseroan akan melanjutkan pembangunan fasilitas dan infrastruktur di Kawasan Industri MM2100 Bekasi. Menurutnya, nilai kawasan diperkirakan meningkat seiring pembangunan berbagai proyek infrastruktur strategis nasional.

Manfaat Proyek Infrastruktur

Kawasan MM2100 disebut akan dilintasi Jalan Tol JORR II Cibitung–Cilincing. Selain itu, kawasan tersebut diperkirakan akan memperoleh manfaat dari pengembangan LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, perluasan Pelabuhan Tanjung Priok, dan pembangunan Pelabuhan Patimban.

Dengan dukungan proyek-proyek infrastruktur tersebut, perseroan optimistis MM2100 akan semakin menarik bagi investor dan pelaku industri dalam beberapa tahun ke depan.

Kinerja Keuangan

Bekasi Fajar melaporkan perbaikan kinerja pada kuartal I 2026. Pendapatan tercatat sebesar Rp90 miliar, naik dari Rp45 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan recurring income dari Rp45 miliar menjadi Rp54 miliar serta kontribusi awal dari penjualan lahan.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan membalikkan rugi bersih menjadi laba. Bekasi Fajar mencatat rugi bersih Rp33 miliar pada kuartal I 2025 berubah menjadi laba bersih Rp9 miliar pada kuartal I 2026. “Margin laba bersih juga mengalami peningkatan signifikan dari minus 73% menjadi positif 10%,” ujar Rika.

Hasil RUPST dan Kinerja 2025

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2025 menyetujui laporan tahunan, laporan keuangan yang telah diaudit, dan laporan pengawasan Dewan Komisaris. Salah satu keputusan adalah tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku 2025 guna memperkuat modal kerja dan mendukung rencana pengembangan usaha.

Sepanjang 2025, perseroan melaporkan marketing sales seluas 15 hektare dengan nilai Rp422 miliar. Rika menjelaskan, pendapatan tahun 2025 mencapai Rp427 miliar yang terutama ditopang penjualan lahan sebesar Rp220 miliar, sedangkan sisanya Rp207 miliar berasal dari recurring income seperti maintenance fee, service charges, air, dan sewa.

Untuk tahun buku 2025, Bekasi Fajar mencatat laba bersih sebesar Rp30 miliar.