Harga bitcoin (BTC) turun ke bawah ambang US$60.000 pada akhir pekan, diperdagangkan sekitar US$59.940 pada hari Minggu. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto ini terkoreksi sekitar 0,6% dan tercatat hampir 7% melemah sepanjang pekan.
Data dari CoinDesk menunjukkan penurunan harga tersebut, sementara catatan dari Coinglass memperkirakan bitcoin akan menutup kuartal kedua dengan penurunan sekitar 12%.
Catatan Kuartalan Dan Sejarah Performa
Jika realisasi tersebut terjadi, bitcoin akan mencatat dua kuartal berturut-turut mengalami kerugian di awal tahun setelah penurunan sekitar 22% pada kuartal pertama, menurut data Coinglass.
Fenomena dua kuartal merugi berturut-turut pada awal tahun hanya pernah terjadi dua kali dalam sejarah aset digital ini.
Faktor-Faktor Pemicu Pelemahan
Beberapa faktor yang disebut menjadi pendorong pelemahan bitcoin pada periode ini mencakup pergeseran modal ke saham-saham sektor semikonduktor dan chip memori seiring booming AI.
Selain itu, arus keluar dari ETF bitcoin spot di AS, kebijakan moneter yang hawkish di bawah Ketua The Fed baru Kevin Warsh, serta penguatan dolar AS hingga mendekati level tertinggi tujuh bulan turut membebani pasar kripto.
Aksi jual pada saham-saham teknologi di awal pekan juga menambah tekanan terhadap bitcoin.
Perhatian Pelaku Pasar
Para pedagang kini mengamati perkembangan arus keluar ETF hingga kuartal ketiga untuk menilai apakah permintaan yang lemah akan mereda, atau kelemahan yang terjadi pada paruh pertama tahun ini akan berlanjut ke paruh kedua.
Ikuti Ihram.co.id
