PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), pengelola jaringan bioskop CGV Indonesia, berencana memperluas kegiatan usaha dengan menambahkan layanan pijat dan perdagangan eceran kosmetik untuk manusia (KBLI 47724 dan KBLI 86995).
Manajemen menyatakan penambahan dua kegiatan usaha itu dimaksudkan mendukung keberlanjutan usaha sekaligus memperluas ekosistem bisnis yang selama ini berfokus pada industri hiburan dan perfilman.
Direktur Graha Layar Prima, Yang Cheolung, mengatakan perseroan akan menjalankan layanan pijat melalui kerja sama dengan penyedia jasa milik pihak ketiga. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di CGV yang berlokasi di Mall Pacific Place.
Menurut Yang, perseroan akan berperan menawarkan dan memasarkan layanan pijat kepada pelanggan, baik lewat aplikasi perusahaan maupun secara langsung pada saat transaksi di area concession bioskop. Tenaga terapis yang memberikan layanan merupakan karyawan dan/atau tenaga kerja yang berada di bawah pengelolaan pihak ketiga.
Sampai saat ini perseroan belum menunjuk pihak ketiga penyedia tenaga terapis. Namun, BLTZ menyebut berencana bekerja sama dengan beberapa penyedia jasa pijat seperti Kokuo Family Massage & Reflexology, Meiso Reflexology, Energy Reflexology Bar, dan Karada Japanese Body Care.
Pelayanan pijat dijadwalkan diberikan di dalam studio bioskop saat pelanggan menonton film. Layanan itu hanya tersedia khusus di audi kelas gold.
“Pertimbangan kami, audi kelas gold menggunakan fasilitas sofa single seater dengan jarak antar tempat duduk lebih luas dibanding studio reguler, sehingga tersedia ruang memadai untuk pelaksanaan layanan pijat tanpa mengganggu kenyamanan maupun pengalaman menonton pelanggan lainnya,” ujar Yang.
Penjualan Kosmetik Korea Di Area Bioskop
Selain layanan pijat, BLTZ berencana masuk ke bisnis ritel kosmetik dengan memanfaatkan tren produk kecantikan asal Korea Selatan (K-Beauty). Perseroan akan membuka booth penjualan kosmetik di lokasi bioskop dengan tingkat kunjungan tinggi, seperti CGV Central Park dan CGV Grand Indonesia.
Booth tersebut akan memanfaatkan area di dalam kompleks bioskop dan beroperasi mengikuti jam operasional masing-masing lokasi. Saat ini sejumlah merek Korea sedang dijajaki kerja sama, antara lain Olive Young, Bioheal, Wakemake, serta beberapa brand lain yang masih dalam tahap diskusi. Perseroan belum menetapkan merek final karena proses negosiasi dan evaluasi masih berlangsung.
Manajemen menyatakan pemilihan produk kosmetik Korea didasari tingginya minat masyarakat terhadap tren K-Beauty, terutama di kalangan remaja, dewasa muda, dan konsumen kelas menengah.
Untuk mendukung pembukaan booth, BLTZ menyiapkan belanja modal sekitar Rp100 juta untuk setiap lokasi booth yang dibuka. Dana tersebut akan bersumber dari kas internal perseroan.
Persetujuan Pemegang Saham Dan Proyeksi Pendapatan
Penambahan dua kegiatan usaha tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Setelah mendapat persetujuan, perseroan akan melanjutkan proses perizinan untuk menjalankan kedua lini bisnis baru tersebut.
Yang mengungkapkan kehadiran layanan pijat dan booth kosmetik diperkirakan menambah pendapatan perseroan sebesar Rp201 juta pada 2026. Total penjualan perseroan pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp1.413.141.000.000, atau naik 0,0142% dibanding proyeksi tanpa penambahan kegiatan usaha yang sebesar Rp1.412.940.000.000.
Lebih lanjut, perseroan memproyeksikan selisih pendapatan keuangan akibat penambahan kegiatan usaha mencapai Rp2.797.000.000 pada 2030.
Ikuti Ihram.co.id
