Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatatkan setoran Rp17,4 triliun ke kas negara sampai 31 Mei 2026. Realisasi itu setara sekitar 65% dari target penerimaan tahun ini sebesar Rp26,84 triliun.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kontribusi signifikan BPDP terhadap penerimaan negara. Menurut Astera, pendapatan BPDP dalam beberapa tahun terakhir kerap melebihi target yang ditetapkan.

Peremajaan Sawit Rakyat dan Penyaluran Dana

Salah satu program utama BPDP adalah Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Hingga Mei 2026, PSR telah menjangkau 415 ribu hektare yang dikelola 185.790 pekebun dengan total dana tersalur sebesar Rp13,13 triliun.

Astera menyebutkan program ini termasuk bagian dari upaya meningkatkan produktivitas perkebunan dan kesejahteraan petani.

Dukungan Untuk Bahan Bakar Nabati

BPDP juga memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan bahan bakar nabati. Realisasi volume yang dicatat mencapai 88,93 juta kiloliter, dengan penyaluran dana mencapai Rp263,13 triliun.

“Dana ini digunakan untuk menjaga stabilitas harga CPO, energi dan pengurangan emisi,” kata Astera.

Pengembangan SDM Perkebunan

Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, BPDP memberikan beasiswa dan pelatihan. Sampai sekarang, 13.265 mahasiswa menerima beasiswa SDM sawit, sementara 29.173 orang telah mengikuti program pelatihan dengan total penyaluran dana Rp1,49 triliun.

Astera menyatakan outcome yang diharapkan meliputi peningkatan produktivitas perkebunan, peningkatan kesejahteraan petani, dan implementasi Astacita untuk ketahanan energi.

Capaian BPDLH

Selain BPDP, Astera memaparkan capaian Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Hingga 31 Mei 2026, BPDLH merealisasikan pendapatan Rp323 miliar atau hampir 50% dari target tahun ini sebesar Rp686 miliar.

Program dana bergulir lingkungan hidup yang dikelola BPDLH telah memfasilitasi 52.196 debitur di 34 provinsi dengan total penyaluran Rp396,86 miliar. Program ini diperkirakan menghasilkan serapan karbon sebesar 4.025 ton setara CO2.

Sementara itu, pendanaan bagi penerima manfaat program lingkungan hidup telah mencapai Rp1,9 triliun dengan potensi penurunan emisi sebesar 258.195 ton setara CO2. “Harapannya adalah memberikan akses pendanaan bagi debitur pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi isu lingkungan seperti pengelolaan sampah, penghijauan, dan konservasi energi,” ujar Astera.