PT Bukaka Teknik Utama Tbk menegaskan fokusnya pada bisnis engineering, procurement, and construction (EPC) di sektor sumber daya alam, terutama minyak dan gas serta pertambangan, untuk mengejar target pendapatan kontrak tahun buku 2026 sebesar Rp4,1 triliun.

Direktur Bukaka, Didin Saepudin, mengatakan perusahaan menargetkan pendapatan kontrak 2026 lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025 yang tercatat Rp3,9 triliun.

Keyakinan itu, menurut Didin, didorong oleh kembalinya proyek transisi kelistrikan domestik dan penetrasi bisnis perseroan ke pasar internasional.

“Fokus memperkuat sektor EPC migas dan pertambangan merupakan bagian dari upaya perseroan untuk merealisasikan target pendapatan kontrak sebesar Rp4,1 triliun dengan rasio profit sekitar 14,91% atau sebesar Rp265 miliar,” ujar Didin dalam ringkasan paparan publik yang disampaikan kepada BEI.

Bukaka saat ini membagi lini usahanya ke dalam tiga klaster utama: infrastruktur, energi dan pertambangan, serta transportasi. Selain mengandalkan ketiga klaster tersebut, perseroan juga menambah kegiatan usaha untuk mendukung ekspansi.

Ekspansi Ke Pasar Internasional

Dalam upaya memperluas pasar, Bukaka aktif mengejar peluang di beberapa negara, antara lain India, Kuwait, Oman, dan Singapura.

Di India, perusahaan menggandeng mitra lokal untuk penjualan garbarata. Sementara di Oman, Bukaka sudah mengantongi kontrak senilai US$15 juta. Perusahaan juga masih mengikuti tender di Bandara Changi, Singapura, untuk pengadaan garbarata serta berpartisipasi pada beberapa proyek di Spanyol dan Malaysia.

Menanggapi persaingan dari produk manufaktur asal China, Didin menyatakan strategi perusahaan bergeser dari sekadar menjual produk jadi menjadi menawarkan pekerjaan yang terintegrasi penuh.

— “Bahwa untuk menghadapi tantangan industri, yang saat ini banyak tekanan dari produk-produk manufaktur asal China, kami tidak lagi sekadar menjual produk jadi. Melainkan, menawarkan pekerjaan yang terintegrasi penuh,”

Kebijakan Penggunaan Laba 2025

Terkait penggunaan laba bersih 2025, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan memutuskan untuk tidak membagikan dividen. Laba bersih Bukaka pada 2025 tercatat sebesar Rp310,9 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp294,9 miliar dialokasikan untuk pengembangan usaha, investasi, dan modal kerja. Sisanya, Rp16 miliar, disisihkan sebagai laba cadangan.

Keputusan untuk tidak membagikan dividen pada tahun buku 2025 melanjutkan kebijakan perusahaan selama lima tahun terakhir; sejak 2020, Bukaka tidak mendistribusikan dividen.