Indeks saham utama Wall Street berakhir menguat pada perdagangan Senin (15/6/2026) waktu setempat, dengan Dow Jones menutup pada level rekor setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Kabar tersebut turut menekan harga minyak dunia, meredakan kekhawatiran geopolitik dan mendorong optimisme investor sehingga sejumlah indeks utama mencatat kenaikan tajam.

Pergerakan Indeks

Dow Jones Industrial Average naik 468,77 poin atau 0,92% ke 51.671,03, mencetak rekor tertinggi penutupan sepanjang masa dan sempat menyentuh rekor intraday. Indeks S&P 500 melonjak 1,65% menjadi 7.554,29, sementara Nasdaq Composite melesat 3,07% ke 26.683,94 — pencapaian harian terbaik Nasdaq sejak 31 Maret lalu.

Sentimen Saham Spesifik

Saham SpaceX mengalami reli hampir 20% pada sesi tersebut, menyusul lonjakan pada debut perdagangannya di pasar publik pekan sebelumnya.

— “Ini bukan saham meme yang langsung melonjak lalu dijual. Investor tampaknya membeli dan menyimpannya dalam portofolio mereka untuk jangka panjang,”

kata Brian Mulberry, Kepala Strategi Pasar Zacks Investment Management.

Peran Geopolitik Dan Dampak Harga Minyak

Fokus pasar tersapu oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah setelah pengumuman Trump bahwa nota kesepahaman dengan Iran telah rampung. Nota itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang, meski telah ditandatangani secara elektronik menurut pejabat pemerintahan AS.

Trump juga mengumumkan pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz, yang langsung memberi tekanan pada harga minyak global.

Harga minyak mentah AS ditutup turun sekitar 4,9% menjadi US$80,75 per barel. Penurunan ini dipandang pasar sebagai sinyal positif bagi prospek inflasi dan kebijakan moneter AS.

Implikasi Untuk Kebijakan Moneter

Menurut Mulberry, kesepakatan yang tercermin pada pergerakan suku bunga dan harga minyak membuat pasar menilai perkembangan tersebut lebih kredibel. Ia menyatakan perkembangan itu dapat mengurangi tekanan terhadap pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Mulberry menambahkan bahwa meskipun harga produk olahan seperti bahan bakar jet mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan, pelemahan harga minyak mentah ke kisaran US$80 per barel merupakan sinyal kuat menjelang rapat FOMC pekan ini.

“Ini menunjukkan tidak ada kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga dan tekanan harga berpotensi mereda relatif cepat,”

kata Mulberry.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pihaknya berharap Selat Hormuz dapat dibuka secara permanen tanpa hambatan biaya tambahan bagi lalu lintas perdagangan internasional.