Harga emas dunia kembali melonjak pada perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah sebelumnya tertekan oleh sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve (The Fed).
Pergerakan itu terjadi seiring meredanya ketidakpastian geopolitik menyusul penandatanganan kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka kembali Selat Hormuz.
Lonjakan Harga
Pada saat berita ditulis, harga emas tercatat naik 0,92% ke level US$ 4.297,04 per ons troi, menurut data Tradingview.
Pasar bereaksi positif setelah pengumuman bahwa kesepakatan mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz dan pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Pembahasan soal program nuklir Iran dan kemungkinan insentif ekonomi tambahan akan dilanjutkan pada tahap negosiasi berikutnya.
Sentimen Pasar
Perkembangan diplomatik itu meredakan kekhawatiran terkait pasokan energi dan tekanan inflasi global, sehingga memberi dukungan bagi aset safe haven seperti emas.
Namun, penguatan emas masih dibayangi oleh sinyal kebijakan dari The Fed. Sehari sebelumnya, harga emas sempat anjlok hampir 2% setelah bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% dan mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan-bulan mendatang.
Prospek Kebijakan The Fed
Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberikan petunjuk langkah kebijakan berikutnya, tetapi menegaskan inflasi masih berada di atas target 2% dan komitmen bank sentral untuk mengembalikan stabilitas harga.
Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed belum akan segera melonggarkan kebijakan moneternya, kondisi yang umumnya menekan daya tarik emas karena instrumen berbunga menjadi lebih kompetitif.
Perhatian Pelaku Pasar
Pelaku pasar kini menantikan kelanjutan negosiasi AS-Iran dan data ekonomi AS sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed dan prospek harga emas dalam jangka pendek.
Ikuti Ihram.co.id
