NEW YORK — Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (26/6/2026) setelah sempat turun pada awal sesi. Penguatan didorong oleh pelemahan dolar AS dan meredanya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Meski demikian, rebound itu belum cukup menghilangkan tekanan yang membebani logam mulia, sehingga emas tetap mencatat penurunan mingguan untuk pekan keempat berturut-turut.

Harga emas spot ditutup naik 1,58% menjadi US$ 4.090,26 per ons troi. Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup pada US$ 4.103 per ons troi, atau naik 1,37%.

Pelemahan indeks dolar AS tercatat setelah rilis data inflasi pilihan The Fed, Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index, yang menunjukkan inflasi PCE naik 4,1% secara tahunan pada Mei—sesuai perkiraan ekonom. Data ini mendorong pasar mengurangi sedikit ekspektasi kenaikan suku bunga pada September; berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan turun menjadi sekitar 59% dari sebelumnya 64%.

— “Emas sedang mengalami rebound moderat setelah mendapat tekanan jual pada awal pekan,” kata analis American Gold Exchange Jim Wyckoff.

Prospek Emas Belum Membaik

Kendati mengalami pemulihan singkat, prospek emas dinilai belum pulih sepenuhnya. Kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang ketat masih menjadi tekanan utama karena meningkatkan imbal hasil obligasi dan instrumen berbunga, sehingga menurunkan daya tarik emas yang tak memberikan kupon.

Tekanan itu tercermin dari kinerja mingguan: harga emas sempat menyentuh level terendah lebih dari tujuh bulan dan mencatat penurunan sekitar 2,1% sepanjang pekan.

Analis dari TD Securities mengingatkan bahwa reli harga minyak dunia berpotensi menjadi hambatan baru bagi emas. Secara historis, penguatan harga energi disertai dolar AS yang kuat cenderung menekan harga logam mulia, sehingga jika kenaikan minyak berlanjut, ruang penguatan emas diperkirakan akan terbatas beberapa bulan ke depan.

Dari sisi permintaan fisik, pasar India mulai menunjukkan tanda pemulihan. Emas diperdagangkan dengan premi untuk pertama kalinya dalam sekitar satu setengah bulan setelah koreksi harga mendorong minat beli kembali. Di sisi lain, permintaan di China, konsumen emas terbesar dunia, masih relatif lesu.

Pergerakan Logam Lain

Logam mulia lain juga menguat pada hari yang sama. Harga perak melonjak 2,24% menjadi US$ 59,19 per ons, platinum naik 1,25% ke US$ 1.622,97 per ons, dan paladium meningkat 1,76% menjadi US$ 1.210,4 per ons.

Namun ketiga logam tersebut diperkirakan akan tetap menutup pekan di zona merah, sejalan dengan tekanan yang masih membebani pasar logam mulia.