PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp25 per saham dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp1,19 triliun. Keputusan itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Senin (29/6/2026).

Jumlah dividen keseluruhan mencapai Rp389,6 miliar sebelum pajak, dibagikan kepada seluruh pemegang saham atas 15.884.632.579 saham.

Peluang Imbal Hasil Besar

Berdasarkan penutupan harga saham ERAA pada hari yang sama di posisi Rp356 per saham, pembagian dividen tersebut menghasilkan imbal hasil dividen atau dividend yield sekitar 7,2%.

Angka ini lebih tinggi dibanding pembagian dividen dua tahun terakhir: Erajaya membayar Rp19 per saham untuk tahun buku 2024 dan Rp17 per saham untuk tahun buku 2023.

Alokasi Laba dan Cadangan

Selain dividen, RUPST menyepakati alokasi Rp1 miliar dari laba bersih 2025 sebagai dana cadangan sesuai ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sisanya sebesar sekitar Rp800 miliar akan ditempatkan sebagai laba ditahan.

Strategi Operasional dan Ekspansi Toko

Wakil Direktur Utama Erajaya, Hasan Aula, mengatakan perusahaan menargetkan total value pada tahun buku 2026 tetap tidak terkoreksi meski volume diperkirakan turun seiring kenaikan harga.

“Kalau volume kan sudah turun dua digit di industri dan sepertinya akan terus berlangsung. Tapi, kenaikan harga cukup tinggi pasti membuat permintaan akan drop. Dengan harga tinggi itu, kami berupaya dengan semua saluran (channel) yang kami miliki, kami upayakan value bertahan dan tidak drop,”

Direktur Erajaya, Patrick Adhiatmadja, optimistis kinerja perseroan akan berkembang sepanjang 2026 dengan pendekatan yang lebih berhati-hati karena dampak konflik geopolitik pada awal tahun.

“Tema itu yang sudah kami sesuaikan (adjust) selama kuartal I-2026, sehingga kalau dilihat perkembangan jumlah penambahan toko cenderung lebih konservatif terhadap budget yang sudah kami canangkan,”

Berdasarkan materi paparan publik, total toko Erajaya Digital meningkat dari 1.808 menjadi 1.859 unit, dengan penambahan neto 51 toko (68 pembukaan dan 17 penutupan). Erajaya Active Lifestyle bertambah menjadi 219 toko dari 205, dengan penambahan neto 14 toko (18 pembukaan, 4 penutupan).

Erajaya Food & Nourishment tumbuh dari 77 menjadi 84 toko, dengan penambahan neto tujuh toko tanpa penutupan pada kuartal tersebut. Sebagian besar pembukaan berasal dari merek Chagee. Sementara itu, total toko International Business sedikit menurun menjadi 242 dari 243.

Belanja Modal

Mengenai alokasi belanja modal, Patrick menyebutkan jumlah capex Erajaya untuk tahun buku 2026 diperkirakan mirip dengan 2025. Namun, perseroan akan lebih berhati-hati dalam menjalankan pengeluaran modal sepanjang tahun.

Patrick berharap kondisi yang mulai membaik, termasuk perkembangan situasi di kawasan Teluk, memungkinkan Erajaya mempercepat aktivitas bisnis pada semester II-2026 dengan tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian.