PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) menyatakan kesiapan menggelar penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 522.857.000 saham atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Harga penawaran awal ditetapkan di kisaran Rp 446–515 per saham, sehingga nilai total penawaran umum perdana saham ini diperkirakan maksimal mencapai Rp 269,27 miliar.
Jadwal Penawaran dan Penjamin
Masa penawaran awal berlangsung pada 22–24 Juni 2026. Perkiraan masa penawaran umum dijadwalkan pada 2–6 Juli 2026, sementara perkiraan pencatatan saham EMMI di Bursa Efek Indonesia ditetapkan pada 8 Juli 2026.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah BRI Danareksa Sekuritas dan INA Sekuritas Indonesia.
Profil Usaha
Perusahaan bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia (KBLI 46691). Kegiatan usaha utama meliputi perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia.
Susunan Pemegang Saham dan Direksi
Komposisi pemegang saham saat ini adalah Surya Gunawan Widjaja 30% (pengendali), Andrew Ignatius Widjaja 23%, Florian Chris Widjaja 16%, Andrian Matthew Widjaja 16%, dan Eddy Lie 15%.
Surya Gunawan Widjaja menjabat sebagai komisaris utama dan berusia 72 tahun. Di jajaran direksi terdapat sejumlah eksekutif muda: Florian Chris Widjaja sebagai direktur utama (40 tahun), Jason Aaron Lie sebagai direktur (38 tahun), dan Andrian Matthew Widjaja sebagai direktur (32 tahun). Selain itu, Eddy Lie tercatat sebagai direktur berusia 64 tahun.
Kinerja Keuangan
Pada 2025, perseroan mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 32,43 miliar, atau meningkat 188% dibandingkan laba tahun 2024 yang tercatat Rp 11,25 miliar.
Ikuti Ihram.co.id
