PT Futura Energi Global Tbk mempercepat pergeseran usaha dari bisnis kreatif dan konsultasi ke sektor energi baru terbarukan (EBT) sebagai motor pertumbuhan baru. Perusahaan menargetkan sedikitnya lima proyek pembangkit listrik hijau, meliputi geothermal, PLTS, dan pembangkit minihidro.
Direktur Utama Anggara Suryawan menyatakan transformasi ini dijalankan melalui anak usaha dan mencakup pengembangan geothermal, pembangkit listrik tenaga surya, carbon credit, serta pembangkit minihidro. Langkah itu menurutnya sejalan dengan program transisi energi nasional.
Rencana Proyek dan Kemitraan
Salah satu proyek yang sedang dikembangkan adalah PLTS di Bali dengan kapasitas mencapai 130 megawatt (MW). Proyek ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara perseroan dengan Zhejiang Energy PV-Tech Co., Ltd. dan PT Hypec International.
Selain proyek PLTS tersebut, pemegang saham pengendali PT Aurora Dhana Nusantara memiliki aset pembangkit panas bumi melalui anak usaha PT Sejahtera Alam Energy (SAE). “Saat ini SAE telah memiliki Power Purchase Agreement (PPA) dengan kapasitas 220 MW dan nilai investasi sekitar US$80 juta,” kata Anggara.
Target Kapasitas dan Pipeline
Dalam pipeline pengembangan, FUTR membidik kapasitas indikatif sekitar 100 MW untuk proyek geothermal. Pada segmen PLTS perusahaan menargetkan tambahan sekitar 100 MW, sedangkan untuk pembangkit tenaga minihidro sedang dijajaki proyek dengan total kapasitas sekitar 150 MW.
Manajemen mengatakan perseroan aktif mengikuti sejumlah proses tender dan penjajakan proyek EBT di berbagai daerah sambil memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis dalam dan luar negeri untuk mendorong transfer teknologi dan efisiensi pembangunan.
Strategi Ekosistem Energi Hijau
Selain pengembangan pembangkit, FUTR berencana memperluas layanan efisiensi energi sebagai bagian dari penguatan ekosistem bisnis hijau. “Perseroan secara aktif membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis untuk mempercepat terwujudnya rencana bisnis,” ujar Anggara.
Perusahaan menyatakan transformasi ini didorong oleh kebijakan pemerintah untuk percepatan transisi energi menuju target Net Zero Emission 2060 dan dukungan regulasi seperti RUPTL PLN 2025-2034 yang memberikan porsi lebih besar bagi pembangkit berbasis energi terbarukan.
Ke depan, FUTR akan memfokuskan strategi pada percepatan pengembangan proyek, penguatan kemitraan global, dan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional serta memperluas portofolio bisnis berkelanjutan bagi pemegang saham.
Ikuti Ihram.co.id
