PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di kisaran 5–10% pada 2026 dibandingkan realisasi 2025. Perusahaan menyatakan optimisme itu meskipun dihadapkan pada tantangan eksternal seperti kondisi geopolitik dan kenaikan harga bahan bakar minyak.
Direktur Arvin F Iskandar mengatakan harapan tersebut dalam keterangan resmi yang disampaikan pada 29 Juni 2026.
Pada 2025, GPRA mencatat penjualan bersih sebesar Rp454,29 miliar dan laba bersih Rp83,97 miliar. Kontributor utama pendapatan adalah penjualan rumah tapak dan rumah toko (ruko) dengan nilai sekitar Rp272,37 miliar, atau 59,96% dari total pendapatan tahun tersebut.
Arvin menyatakan bahwa kinerja 2025 menegaskan posisi segmen residensial sebagai penggerak utama usaha Perseroan. Selain itu, GPRA mempertahankan kontribusi bisnis hospitality dan recurring income untuk menjaga kualitas pendapatan.
“Untuk tahun 2026 kami tetap optimistis, sekalipun ada sejumlah tantangan seperti geopolitik global dan kenaikan harga bahan bakar minyak yang membuat harga material bangunan meningkat,” ujar Arvin.
Terkait prospek penjualan residensial, baik rumah tapak maupun apartemen, Arvin menyebut dukungan dari perbankan menjadi penting.
“Kami berharap perbankan lebih fleksibel dengan tidak mengurangi tingkat kehati-hatian (prudent) sehingga pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) dari konsumen dapat lebih banyak disetujui,” tuturnya.
Ikuti Ihram.co.id
