PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) menyiapkan strategi berfokus pada efisiensi operasional dan perluasan jaringan untuk menjaga laju pertumbuhan pada 2026.
Perusahaan juga mempercepat transformasi digital dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing di industri logistik nasional.
Fokus Utama 2026
Direktur Utama Ronny Senjaya menyatakan permintaan jasa logistik domestik masih menjanjikan, didukung oleh pertumbuhan sektor fast moving consumer goods (FMCG) dan e-commerce yang menjadi kontributor utama kebutuhan distribusi barang.
Perseroan merinci tiga fokus utama pada 2026: peningkatan efisiensi operasional dan kualitas layanan, perluasan jaringan ke Makassar, serta peningkatan kualitas SDM, standar layanan, dan optimalisasi jaringan operasional.
Target Utilisasi Armada dan Infrastruktur
Manajemen menargetkan peningkatan tingkat utilisasi armada dari kisaran historis 80%–85% menjadi 90%–95%.
Target itu akan dicapai melalui perbaikan proses perawatan kendaraan, percepatan turnaround armada, penguatan sistem operasional, serta fokus pada pelanggan dari sektor FMCG, e-commerce, dan distribusi barang konsumsi.
Untuk mendukung operasional, GTRA memperkuat infrastruktur melalui fasilitas pool terintegrasi di Deltamas yang dilengkapi workshop internal, pusat pelatihan, dan fasilitas operasional lainnya. Langkah ini diharapkan menekan biaya sekaligus mempercepat pemeliharaan armada.
Transformasi Menuju Logistics Technology
Perusahaan mulai mempercepat transformasi menuju model logistics technology (logtech) dengan meningkatkan visibilitas rantai distribusi, memperkuat sistem pengendalian operasional, dan mengintegrasikan proses bisnis berbasis teknologi.
Menurut manajemen, transformasi ini dimaksudkan agar GTRA tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai perusahaan logistik berbasis teknologi yang memberi nilai tambah lebih besar kepada pelanggan.
Kinerja Keuangan Awal 2026
Manajemen mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026. Pada periode tersebut GTRA membukukan pendapatan sebesar Rp 198,21 miliar, meningkat 45,3% dibandingkan Rp 136,42 miliar pada kuartal I-2025.
Laba bersih kuartal I-2026 juga naik 12,69% menjadi Rp 20,17 miliar dari Rp 17,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Rekap 2025 dan Kondisi Neraca
Sepanjang 2025, GTRA mencatat pendapatan sebesar Rp 656,30 miliar atau naik 53,01% dari Rp 428,93 miliar pada 2024. Laba bersih tumbuh 75,48% menjadi Rp 69,28 miliar dari Rp 39,48 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp 1,24 triliun dibandingkan Rp 989,89 miliar pada tahun sebelumnya, yang mencerminkan ekspansi usaha dan investasi pada aset produktif—terutama penambahan serta penguatan armada operasional.
Manajemen Optimis
Manajemen meyakini kombinasi ekspansi wilayah, peningkatan utilisasi armada, efisiensi biaya, serta transformasi digital akan menjadi pendorong utama pertumbuhan GTRA pada 2026.
Ikuti Ihram.co.id
