PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) menegaskan arah strategisnya di bisnis perjalanan religi setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 25 Juni 2026. Perusahaan memaparkan capaian kinerja 2025 sekaligus menyetujui sejumlah kebijakan korporasi untuk tahun berjalan.

Pada 2025 HAJJ mencatatkan pendapatan Rp 944,9 miliar, naik 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar penerimaan berasal dari segmen hotel yang menyumbang Rp 852,6 miliar atau sekitar 90% dari total pendapatan, naik dari Rp 749,9 miliar pada 2024.

Peningkatan fokus pada lini hotel turut mendorong lonjakan laba kotor perseroan menjadi Rp 90,7 miliar, atau naik 198% dari tahun sebelumnya. Manajemen menyatakan strategi penguatan layanan inti dan pengembangan jaringan menjadi faktor kunci di balik perbaikan kinerja.

Performa pada kuartal I-2026 menunjukkan pendapatan sebesar Rp 287,6 miliar, turun 11,5% year-on-year. Meski pendapatan melemah, efisiensi operasional mampu meningkatkan laba kotor kuartal I menjadi Rp 63,8 miliar, naik 55% dengan margin laba kotor yang meningkat dari 12,6% menjadi 22,1%.

HAJJ juga mencatat EBITDA sebesar Rp 34,8 miliar dan laba bersih kuartal I mencapai Rp 22,09 miliar.

Direktur Arsy Buana Travelindo, Agung Prabowo, mengatakan perusahaan terus memperkuat kerja sama mitra dan menambah layanan bernilai tambah bagi jemaah.

— “Kami terus mengembangkan jaringan hotel, memperluas kerja sama dengan mitra, serta berfokus pada penyediaan layanan bernilai tambah bagi jemaah. Strategi ini terbukti mampu menjaga pertumbuhan, meski di tengah tantangan global,”

Direktur Utama Saipul Bahri menyinggung dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sempat memanas awal 2026. Menurutnya, manajemen telah melakukan langkah mitigasi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah, dan dampak terhadap kinerja perseroan tercatat relatif minim.

“Perseroan telah mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah dalam setiap layanan kami. Sejauh ini, dampak dinamika geopolitik tersebut terhadap kinerja perseroan relatif minim,”

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui seluruh agenda termasuk pengesahan laporan keuangan 2025 yang telah diaudit dengan opini wajar serta penunjukan auditor eksternal untuk 2026. Rapat juga menyetujui penetapan gaji dan tunjangan bagi direksi serta honorarium dan tunjangan bagi dewan komisaris untuk tahun buku 2026.

RUPST turut menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil konversi waran seri I. Untuk laba bersih 2025 yang mencapai Rp 6,04 miliar, rapat memutuskan seluruhnya dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi usaha dan penguatan operasional tahun berjalan.