Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali turun pada Rabu (24/6/2026), melanjutkan pelemahan dua hari berturut-turut. Penurunan terjadi di tengah pergerakan minyak nabati pesaing yang cenderung lesu di bursa global.

Kontrak berjangka CPO untuk Juli 2026 tercatat turun 25 Ringgit Malaysia menjadi 4.575 Ringgit Malaysia per ton pada penutupan Rabu. Kontrak Agustus 2026 turun 24 Ringgit menjadi 4.604 Ringgit per ton.

Detail Pergerakan Kontrak

Kontrak berjangka CPO September 2026 anjlok 25 Ringgit Malaysia menjadi 4.633 Ringgit per ton, sedangkan kontrak Oktober 2026 terpangkas 25 Ringgit menjadi 4.659 Ringgit per ton.

Untuk kontrak November 2026, harga turun 22 Ringgit Malaysia menjadi 4.684 Ringgit per ton. Kontrak Desember 2026 terpukul 24 Ringgit menjadi 4.709 Ringgit Malaysia per ton.

Tekanan Dari Pasar Minyak Nabati dan Energi

Pergerakan CPO dipengaruhi oleh kondisi di pasar minyak nabati global. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,37%, sementara harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 0,42%. Kontrak minyak sawit paling aktif di Dalian melemah 0,46%.

Selain itu, pelemahan harga minyak mentah dunia memperberat tekanan pada pasar sawit. Harga minyak global kembali turun pada perdagangan Rabu dan bertahan dekat level terendah empat bulan terakhir, setelah muncul optimisme bahwa arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz akan kembali normal, dengan sejumlah kapal tanker yang sempat tertahan mulai meninggalkan kawasan tersebut.

Harga minyak yang lebih rendah cenderung mengurangi daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel, sehingga potensi permintaan turut tertekan.

Prospek Jangka Pendek

Seorang trader di Kuala Lumpur mengatakan, “Pasar kemungkinan akan tetap bergerak dalam kisaran terbatas, mengikuti pergerakan yang relatif lesu pada minyak nabati pesaing dan pasar energi.”

Dari sisi teknikal, analis Wang Tao memperkirakan harga CPO masih berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek menuju kisaran 4.574 Ringgit Malaysia hingga 4.606 Ringgit Malaysia per ton.