Harga emas terus berada di bawah tekanan seiring rentetan keputusan kebijakan moneter global yang memberi sinyal suku bunga lebih tinggi. Pergerakan pasar menunjukkan emas belum menemukan momentum untuk berbalik menguat.

Bank sentral besar menahan atau menaikkan suku bunga pekan ini, sementara data tenaga kerja Amerika Serikat turut menekan permintaan aset safe haven ini.

Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga pada level 3,75% pada pertemuan kebijakan terakhir, meski dua anggota komite suara untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Dalam pernyataan kebijakan, BoE menyebut posisi sulit yang dihadapi karena kenaikan harga energi yang menambah tekanan inflasi, sementara kondisi ekonomi relatif melemah.

Federal Reserve pada pertemuan Rabu (17/6/2026) juga menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75%. Sementara itu, Bank Sentral Eropa seminggu sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Setelah keputusan-keputusan tersebut, pasar memperkirakan pengetatan sekitar 35 basis poin sepanjang tahun ini, angka yang kurang lebih tidak berubah dari ekspektasi sebelum pertemuan BoE.

Dari sisi harga, emas spot tercatat diperdagangkan terhadap poundsterling Inggris pada level £3.211,84 per troy ounce, turun 0,37% pada 18 Juni 2026. Terhadap dolar AS, emas spot terakhir diperdagangkan di kisaran US$4.247,60 per troy ounce, turun 0,20 pada hari yang sama.

Selain tekanan dari kebijakan moneter, harga emas juga melemah setelah rilis klaim awal untuk tunjangan pengangguran di AS yang mencapai 226.000 (setelah disesuaikan secara musiman) untuk pekan yang berakhir 13 Juni 2026.