Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan, Selasa (23/6/2026).

Sentimen negatif datang dari melemahnya mayoritas indeks di Wall Street, berlanjutnya aksi jual investor asing, serta tekanan nilai tukar rupiah. Sikap hati-hati pelaku pasar menunggu pengumuman MSCI juga menjadi faktor penahan.

Perkiraan Pergerakan IHSG

CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support di 6.015-5.915 dan resist di 6.218-6.320.

Selain sentimen negatif tersebut, naiknya harga beberapa komoditas disebut berpeluang memberi dukungan bagi indeks.

Pengaruh Perdagangan Global

Pada perdagangan sebelumnya, mayoritas indeks di Wall Street mengalami pelemahan. Tekanan datang khususnya dari saham sektor teknologi menyusul perkembangan terbaru dalam perundingan antara Amerika dan Iran serta antisipasi pasar terhadap data inflasi yang diperhatikan The Fed, terutama Personal Consumption Expenditures (PCE).

Pelemahan sektor teknologi dipimpin oleh penurunan saham Alphabet sebesar 4,9% setelah dua peneliti di bidang kecerdasan buatan berpindah ke pesaing. Emiten teknologi lain yang terdampak antara lain Amazon turun 4,8%, Meta Platforms turun 2,3%, dan Microsoft turun 3,18%.

Komoditas dan Dampaknya

Harga minyak mentah juga terkoreksi: Brent turun 3,31% ke US$ 77,9 per barel, sementara WTI turun 2,32% menjadi US$ 74,8 per barel, setelah Amerika dan Iran menyetujui peta jalan untuk mencapai kesepakatan akhir dalam 60 hari ke depan.

Rekomendasi Saham Untuk Trading

CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham untuk trading pada Selasa (23/6/2026):

  • AADI
  • ADRO
  • LSIP
  • SIMP
  • HMSP
  • HRUM