Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (30/6/2026) setelah ditutup melemah 1,28% ke level 5.820,7 pada sesi sebelumnya.
Pergerakan pasar tercatat tenang dengan aktivitas rendah, mencerminkan sikap wait and see investor menjelang serangkaian rilis data ekonomi penting dan sejumlah pidato kebijakan yang dinanti pelaku pasar.
Sentimen Global Dan Domestik
Sentimen pasar dipengaruhi kehati-hatian menjelang rilis data ketenagakerjaan AS dan pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Di pasar domestik, pelaku pasar akan mencermati rilis PMI Manufaktur, data inflasi, dan neraca perdagangan Indonesia sebagai indikator kondisi ekonomi. Selain itu, rencana IPO beberapa emiten pada awal Juli disebut-sebut berpotensi menyerap likuiditas dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dalam ulasan teknikal, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG masih bergerak mixed dan cenderung melemah dengan level support pada 5.730 dan resistance di 6.000.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak mixed cenderung melemah dengan support 5.730 dan resistance 6.000.”
Perusahaan sekuritas itu menambahkan bahwa peluang rebound masih terbatas selama indeks belum mampu menembus area resistance tersebut.
Indeks Bursa Saham Luar Negeri
Pada perdagangan sebelumnya, bursa Wall Street ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average naik 0,59% ke 52.182,7, S&P 500 menguat 1,18% ke 7.440,4, dan Nasdaq Composite bertambah 2,07% menjadi 25.820,1.
Rekomendasi Saham
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham HMSP, DSSA, dan UNVR untuk strategi trading pada hari Selasa (30/6/2026).
Ikuti Ihram.co.id
