Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 102,9 poin atau 1,72% ke level 5.896,1 pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026). Meski pasar utama turun, beberapa saham justru mencatat kenaikan tajam pada sesi yang sama.
Total nilai transaksi di bursa pada hari ini mencapai Rp 12,6 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 18,8 miliar saham dan frekuensi 1,51 juta kali. Dari seluruh saham yang tercatat, 130 menguat, 590 turun, dan 239 stagnan.
Sektor Saham: Hanya Keuangan yang Menguat
Hanya satu sektor yang menguat saat penutupan, yaitu sektor keuangan yang naik tipis 0,03%. Sebaliknya, sektor barang baku tertekan paling kuat dengan pelemahan 5%.
Penurunan juga terjadi pada sejumlah sektor lain: perindustrian turun 4,23%, barang konsumen primer turun 2,96%, energi turun 2,62%, teknologi turun 2,51%, transportasi turun 2,42%, infrastruktur turun 2,4%, properti turun 1,94%, barang konsumen non-primer turun 1,26%, dan kesehatan turun 0,82%.
Sentimen Pasar Dari Eksternal dan Domestik
Tekanan pasar Asia mengikuti sentimen negatif dari Wall Street. Pelaku pasar memantau arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat setelah data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Mei dirilis sesuai ekspektasi.
Meskipun data PCE dianggap meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember sekitar 80%.
Dari domestik, kekhawatiran terhadap iklim investasi meningkat setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang mengubah ketentuan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Pasal 50A terkait perlindungan hukum bagi investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond dinilai oleh sebagian pelaku pasar berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap tata kelola sistem keuangan.
Daftar Saham Pemimpin Cuan
Di tengah pelemahan IHSG, lima saham mencatat lonjakan harga terbesar hari ini, dengan kenaikan antara 19% hingga 34%.
- PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk (BBRM) melonjak 34,7% menjadi Rp 128.
- PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) naik 25% menjadi Rp 350.
- PT Arthavest Tbk (ARTA) meningkat 23,15% menjadi Rp 2.660.
- PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) terapresiasi 20,23% menjadi Rp 2.080.
- PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) terkerek 19,72% menjadi Rp 85.
Saham-Saham yang Melemah Tajam
Di sisi lain, beberapa saham terpantau anjlok cukup dalam pada penutupan, antara lain:
- PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) turun 14,8% menjadi Rp 206.
- PT Colorpark Indonesia Tbk (CLPI) melemah 14,8% menjadi Rp 1.465.
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) jatuh 14,6% menjadi Rp 1.395.
- PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) terkoreksi 14,6% menjadi Rp 408.
- PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) terkikis 14,5% menjadi Rp 158.
Ikuti Ihram.co.id
