Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan pekan ini, namun sebagian investor justru menanggung kerugian besar akibat penurunan tajam pada sejumlah saham unggulan.

Berdasarkan catatan perdagangan 15–19 Juni 2026, IHSG naik 2,8% sehingga ditutup di level 6.177,1 dari 6.007,6 pekan sebelumnya. Di sisi lain, sepuluh saham tercatat turun tajam antara 9% hingga hampir 20% sepanjang periode yang sama.

Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat meningkat 2,5% menjadi Rp 10.788 triliun dari Rp 10.524 triliun, atau bertambah sekitar Rp 264 triliun dibanding pekan sebelumnya.

Walau demikian, aktivitas perdagangan menunjukkan pelemahan. Rata-rata nilai transaksi harian turun 1,02% menjadi Rp 24,81 triliun dari Rp 25,06 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 10,3% menjadi 2,25 juta kali dari 2,5 juta kali, sementara rata-rata volume harian berubah minus 5,8% menjadi 34,03 miliar saham dari 36,1 miliar saham.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih pada akhir pekan, dengan nilai net sell sebesar Rp 3,1 triliun pada Jumat lalu. Sepanjang 2026, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp 68,2 triliun.

Saham Top Losers

Sepuluh saham yang menjadi penyebab kerugian investor pekan ini masuk daftar top losers. Di antara saham yang tertekan adalah PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) dan PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Saham MLPT terkoreksi 19,1% menjadi Rp 16.325 dari Rp 20.200. BNLI turun 16,1% ke level Rp 2.700 dari Rp 3.220.

Penurunan lain yang tercatat antara lain PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) turun 15,8% menjadi Rp 7.825; PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melemah 14,04% menjadi Rp 392; dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) jatuh 12,5% menjadi Rp 189.

Selanjutnya, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) turun 12,3% ke Rp 114; PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) melemah 11,6% menjadi Rp 1.700; serta PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) turun 11,34% menjadi Rp 1.055.

Daftar top losers juga mencakup PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) yang turun 11,02% menjadi Rp 1.050, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang terpangkas 9,7% menjadi Rp 2.580.