Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 158 poin atau 2,69% ke level 6.041 pada sesi I perdagangan Kamis (25/6/2026). Penguatan signifikan ini dipicu dua sentimen utama yang memengaruhi sentimen investor domestik dan global.
Pertama, pasar bereaksi positif terhadap perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang menurunkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, kondisi itu mendorong lebih banyak kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz sehingga meningkatkan selera risiko investor pada aset saham, termasuk di Indonesia.
“Meredanya kekhawatiran gangguan pasokan energi turut meningkatkan selera risiko investor terhadap aset-aset di pasar saham, termasuk di Indonesia,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Kamis (25/6/2026).
Kedua, respons pelaku pasar juga dipengaruhi oleh paket stimulus fiskal pemerintah senilai Rp26,34 triliun yang akan digelontorkan pada semester II-2026. Paket tersebut dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat, menopang pertumbuhan, dan meredam dampak perlambatan ekonomi global, menurut Pilarmas.
Data Inflasi AS dan Kebijakan PBOC
Pilarmas mengingatkan pelaku pasar juga memperhatikan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan terbit segera. Indikator ini menjadi acuan Bank Sentral AS dalam menentukan arah suku bunga, dan konsensus memperkirakan PCE Mei 2026 naik 0,5% secara bulanan dan 4,1% secara tahunan.
“Jika realisasi data sesuai atau bahkan melampaui ekspektasi, pasar menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed masih terbuka. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi arus modal global,” tambah Pilarmas.
Dari kawasan Asia, pasar merespons juga rencana Bank Sentral China (PBOC) yang akan memperkenalkan fasilitas reverse repo overnight sebagai bagian dari reformasi kebijakan moneternya. Instrumen ini diharapkan menjaga stabilitas likuiditas jangka pendek dan mendukung sistem keuangan China.
Stimulus Pemerintah Jadi Penopang
Pilarmas mencatat penguatan IHSG terjadi meski pasar masih mencerna hasil tinjauan MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam indeks pasar berkembang dengan catatan isu transparansi dan aksesibilitas. Namun, paket stimulus domestik dinilai menambah sentimen positif bagi pasar.
“Pelaku pasar menilai langkah tersebut dapat memperkuat ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian eksternal yang masih tinggi,” sebut Pilarmas.
Saham-Saham Top Gainers dan Losers
Pada sesi I, beberapa saham mencatat kenaikan signifikan, antara lain:
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
- PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS)
- PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT)
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
- PT MD Entertainment Tbk (FILM)
Sementara itu, saham yang masuk daftar top losers adalah:
- PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR)
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU)
- PT Square Gate One Tbk (SQMI)
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
- PT Shield On Service Tbk (SOSS)
Untuk rekomendasi, Pilarmas merekomendasikan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan saran buy, didukung area support di level 1.760 dan resistance pada 2.180.
Ikuti Ihram.co.id
