Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (29/6/2026). IHSG turun 75,3 poin atau 1,28% ke level 5.820,7.
Pergerakan pasar hari ini menunjukkan kontradiksi: indeks utama turun, namun sejumlah saham mencatat kenaikan harga signifikan dalam satu hari.
Total nilai transaksi di Bursa mencapai Rp 8,78 triliun dengan volume perdagangan 13,3 miliar saham dan frekuensi 1,21 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 228 naik, 467 turun, dan 264 stagnan.
Satu-satunya sektor yang ditutup menguat adalah sektor properti, naik 0,71%. Sementara itu, pelemahan terjadi pada beberapa sektor, antara lain infrastruktur 1,58%, barang baku 1,42%, keuangan 1,14%, transportasi 0,90%, barang konsumen primer 0,80%, barang konsumen non-primer 0,75%, dan energi 0,48%.
Sektor lainnya juga melemah: kesehatan 0,37%, teknologi 0,35%, dan perindustrian 0,31%.
Penyebab Pelemahan
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian global akibat memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta sikap wait and see investor terhadap perkembangan domestik.
Menurut Pilarmas, situasi memburuk setelah AS menyerang sejumlah fasilitas militer Iran sebagai respons atas serangan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz, dan ancaman tindakan lebih keras dari Presiden AS Donald Trump.
Dari dalam negeri, tekanan pasar juga dipicu oleh kehati-hatian investor terkait arah kebijakan pemerintah, perkembangan transparansi pasar modal, serta aliran dana asing yang belum konsisten. Pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi penting pekan ini, khususnya inflasi dan neraca perdagangan.
Saham Pencetak Cuan
Meski IHSG melemah, ada beberapa saham yang mencatat kenaikan harian signifikan, berkisar antara 16% sampai 31%.
- PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) melesat 31,33% menjadi Rp 218.
- PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 25% menjadi Rp 360.
- PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) meningkat 19,43% menjadi Rp 418.
- PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) naik 16,95% menjadi Rp 138.
- PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) naik 16,88% menjadi Rp 90.
Saham-Saham yang Melemah Tajam
Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan harga signifikan pada penutupan sesi perdagangan.
- PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) turun 14,9% menjadi Rp 1.770.
- PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk (BBRM) merosot 14,84% menjadi Rp 109.
- PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) jatuh 14,71% menjadi Rp 145.
- PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) turun 14,71% menjadi Rp 348.
- PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) terkikis 14,5% menjadi Rp 135.
Ikuti Ihram.co.id
