Impor emas ke pasar konsumen terbesar dunia menunjukkan penurunan, sejalan dengan meningkatnya ketersediaan logam mulia di dalam negeri. Pelemahan permintaan impor datang saat harga emas spot turun di bawah US$4.000 per troy ounce, level terendah sejak November 2025.
Tekanan harga terjadi akibat penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pada Mei 2026, aliran impor emas bersih ke China melalui Hong Kong tercatat menurun secara signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan Impor Melonjak Pada Mei
Data sensus dan statistik Hong Kong menunjukkan impor emas China melalui wilayah itu mencapai 53.674 metrik ton pada Mei 2026, turun dari 86.715 metrik ton pada April 2026. Jika menghitung total, impor melalui Hong Kong hanya mencapai 65.562 ton pada Mei, turun sekitar 34% dari 99.327 ton pada April.
Angka impor melalui Hong Kong tidak mencakup seluruh pembelian emas China, karena negara tersebut juga mengimpor langsung lewat pelabuhan lain seperti Shanghai dan Beijing.
Respons Pasar dan Kebijakan
“Dengan impor langsung ke China yang sudah sangat kuat dalam beberapa bulan terakhir, tampaknya kebutuhan untuk mengimpor dari Hong Kong berkurang,” ujar analis UBS Giovanni Staunovo.
Sementara itu, bank sentral China terus menambah cadangan emasnya untuk bulan ke-19 berturut-turut pada Mei 2026. Cadangan emas People’s Bank of China meningkat menjadi 74,96 juta ons troy pada akhir Mei, dibandingkan 74,64 juta ons pada bulan sebelumnya.
Di sisi pasar berjangka, Bursa Berjangka Hong Kong mengumumkan rencana memperkenalkan diskon biaya perdagangan dan program insentif untuk kontrak berjangka emas. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan likuiditas dan menghidupkan kembali minat pada kontrak berjangka emas.
Ikuti Ihram.co.id
