Indikator inflasi utama yang menjadi acuan The Federal Reserve, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti, mencatat lonjakan tahunan menjadi 3,4%—level tertinggi sejak Oktober 2023. Data ini dirilis Departemen Perdagangan AS dan menguatkan sikap pengetatan kebijakan moneter yang belakangan diambil bank sentral.

Secara bulanan, PCE inti tercatat naik 0,3%. Di sisi lain, PCE umum—yang mencakup semua komponen—melonjak 4,1% secara tahunan dan bertambah 0,4% pada pembacaan bulanan.

Reaksi Pasar dan Ekspektasi Suku Bunga

Setelah data diumumkan, kontrak berjangka pasar saham AS tetap berada di zona positif, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS sedikit turun. Di pasar uang, pelaku pasar masih menempatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026, meski probabilitasnya terpangkas.

Pendorong Utama Kenaikan Harga

Sektor energi menjadi kontributor terbesar kenaikan harga dalam periode tersebut, tercatat melonjak hingga 4% dalam sebulan. Selain itu, biaya tempat tinggal naik 0,3%, dan layanan keuangan serta asuransi meningkat 1,2%.

“Inflasi menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun terakhir akibat dampak perang di Amerika Serikat… maksud kami perang di Iran, dan situasi ini sangat memberatkan warga Amerika kelas menengah ke bawah,” ujar Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union Heather Long. “Masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam untuk bensin, layanan kesehatan, dan utilitas. Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, telah menyatakan komitmennya dengan jelas untuk meredam inflasi. Kuncinya adalah seberapa besar pelonggaran tekanan yang bisa terjadi hingga September nanti,” tambahnya.

Konsumsi dan Pendapatan Tetap Kuat

Walau tekanan inflasi meningkat, pengeluaran konsumen tetap menunjukkan daya tahan. Pengeluaran konsumsi pribadi naik 0,7% pada periode itu, melampaui perkiraan analis 0,1 poin persentase. Pendapatan pribadi juga naik 0,7%, jauh di atas proyeksi 0,4%.

Tingkat tabungan pribadi tercatat meningkat menjadi 3%.

Kondisi Makro dan Kebijakan The Fed

Data lain pada hari yang sama menunjukkan PDB AS kuartal pertama tumbuh 2,1% secara tahunan pada pembacaan akhir, merevisi naik dari 1,6% dan melampaui ekspektasi pasar 1,7%. Revisi positif tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan impor, menurut Departemen Perdagangan.

Di pasar tenaga kerja, klaim tunjangan pengangguran mingguan untuk pekan yang berakhir 20 Juni turun 12.000 menjadi 215.000 klaim, lebih baik dibanding proyeksi pasar 223.000 klaim.

Perpaduan antara eskalasi konflik geopolitik—termasuk ketegangan yang melibatkan Iran—dan pergantian kepemimpinan di The Fed menjadi latar penting dalam dinamika inflasi saat ini. Lonjakan harga energi global mendorong kenaikan biaya logistik dan produksi, sementara efeknya mulai meluas ke sektor jasa dan biaya hidup domestik.

Ketua The Fed Kevin Warsh mewarisi tantangan menurunkan inflasi setelah bank sentral gagal mencapai target 2% selama lima tahun berturut-turut. Di bawah arahannya, The Fed menghapus rencana pemotongan suku bunga tahun ini dan mengisyaratkan kemungkinan pengetatan lebih lanjut, dengan prioritas pada stabilitas harga jangka panjang dibandingkan pertumbuhan jangka pendek.