Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) terus menjadi incaran investor asing. Dalam periode 12–24 Juni 2026, saham berkode INDF mencatatkan net buy asing secara konsisten dengan akumulasi mencapai Rp102,97 miliar.

Pada perdagangan Rabu (24/6/2026) harga saham INDF stagnan di level Rp6.750 dengan volume 5,76 juta saham, frekuensi 2.811 kali, dan nilai transaksi Rp38,97 miliar. Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp17,45 miliar pada hari tersebut.

Pergerakan Harga dan Valuasi

Dalam sepekan terakhir, pergerakan saham INDF relatif sideways. Secara valuasi, saham ini terlihat terdiskon terhadap nilai bukunya, dengan rasio price to book value (PBV) sebesar 0,77 kali. Sementara itu, price earning ratio (PER) INDF tercatat 5,01 kali secara annualized.

Rekomendasi Broker

Rumusan rekomendasi dari CGS International Sekuritas menempatkan INDF dalam status spec buy untuk perdagangan Kamis (25/6/2026). Rumah broker tersebut menyarankan level support di 6.625 dan menyarankan cut loss bila harga break di bawah 6.500.

— “Jika tidak break di bawah 6.625 potensi naik ke 6.875-7.000 short term.”

Agenda Korporasi dan Dividen

INDF dijadwalkan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 26 Juni 2026. Untuk tahun buku 2024, perusahaan membagikan dividen Rp280 per saham atau total Rp2,45 triliun, setara sekitar 28,45% dari laba bersih 2024 sebesar Rp8,64 triliun.

Pada tahun buku 2025, INDF mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp10,68 triliun atau Rp1.217 per saham. Dengan asumsi rasio pembagian dividen (payout) sama seperti 2024, akankah dividen tahun buku 2025 menembus Rp3 triliun atau sekitar Rp346 per saham?