Teheran — Pemerintah Iran menyatakan nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat telah ditandatangani oleh presiden kedua negara. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei pada Kamis (18/6/2026).

“Teks Nota Kesepahaman Islamabad telah difinalisasi dengan tanda tangan dari kedua presiden. Kini, tiba waktunya untuk menguji implementasi dari kesepakatan tersebut,” ujar Baghaei.

Peralihan Dari Teks ke Pelaksanaan

Keterangan resmi tersebut menandai pergeseran fokus dari negosiasi teks ke tahap pelaksanaan poin-poin yang disepakati dalam MoU. Pemerintah Iran menekankan sekarang adalah masa untuk menguji bagaimana ketentuan-ketentuan itu dijalankan.

Penandatanganan nota itu dipandang sebagai titik balik dalam hubungan bilateral yang sebelumnya diwarnai ketegangan dan ketidakpercayaan. Keberhasilan pelaksanaan MoU dinyatakan menjadi tolok ukur penting bagi kelanjutan hubungan kedua negara.

Harapan dan Tantangan

Pihak berwenang menyebut implementasi perjanjian sebagai ujian bagi stabilitas kawasan dan komitmen kedua pihak untuk mencari solusi damai. Keberhasilan tahap pelaksanaan diharapkan dapat meredakan eskalasi konflik dan membuka ruang dialog lanjutan.

Baghaei tidak merinci langkah teknis berikutnya atau jadwal pengujian implementasi dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita negara.