Berikut rangkuman lima berita paling banyak dibaca hingga Senin, 22 Juni 2026, yang mencakup rekomendasi saham bank unggulan, pergerakan harga emas perhiasan, serta dinamika sejumlah emiten besar.
Daftar ini menyorot rekomendasi analis investasi, pembaruan harga pasar komoditas perhiasan, serta langkah korporasi dari Grup Sinar Mas dan Grup Salim yang berpotensi memengaruhi kinerja saham masing-masing emiten.
8 Saham Pilihan Termasuk BBCA
Bank investasi DBS Group menempatkan delapan saham pilihan yang diperkirakan berkinerja baik hingga akhir 2026, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
DBS memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menyentuh level 8.000 sampai akhir 2026. Proyeksi itu sudah memperhitungkan pelemahan rupiah, ketidakpastian regulasi, dan risiko geopolitik.
Target IHSG yang disampaikan DBS mencerminkan rasio price to earnings ratio (PER) sebesar 12,6 kali, atau satu standar deviasi di bawah rata‑rata 10 tahun yang sekitar 15 kali. Dalam memilih saham, DBS mengutamakan perusahaan dengan visibilitas laba bersih yang kuat, neraca sehat, dan model bisnis defensif.
Harga Emas Perhiasan Solid
Harga emas perhiasan tercatat stabil pada pagi Senin, 22 Juni 2026, menurut pantauan dari tiga pengecer besar: Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas.
Dengan tren yang dinamis, calon pembeli dan investor disarankan terus memantau perubahan harga untuk menentukan waktu terbaik membeli atau menjual emas perhiasan. Daftar harga per karat dan per toko tersedia pada laporan harga masing‑masing pengecer untuk hari tersebut.
DSSA Menggeser Fokus Bisnis
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melakukan penataan ulang portofolio dengan mengonsolidasikan ekosistem telekomunikasi dan teknologi milik Grup Sinar Mas. Langkah ini menandai pergeseran dari ketergantungan pada bisnis batu bara menuju sektor yang dianggap lebih tahan banting.
Pergeseran haluan terlihat dari rencana DSSA sebagai penerima manfaat akhir atas PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), perusahaan kabel serat optik laut dan terestrial, yang diakuisisi oleh PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS), afiliasi Grup Sinar Mas.
Tender offer sukarela untuk akuisisi 35% saham KETR dipatok pada harga Rp523 per saham dan dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Indah Kiat Siapkan Amunisi Baru
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) mengoperasikan pabrik baru di Karawang dengan kapasitas 2,4 juta metrik ton yang mulai beroperasi pada kuartal I-2026. Pabrik ini disebut sebagai amunisi besar untuk menambah kapasitas produksi dan mendorong kinerja perusahaan.
Faktor pendukung lain yang disebut antara lain kondisi harga yang lebih kondusif akibat pasokan yang lebih ketat serta prospek permintaan yang kuat untuk produk kertas kemasan dan kertas tisu.
Indofood CBP Hadapi Ujian Harga Komoditas
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), bagian dari Grup Salim, dipandang menghadapi tekanan dari lonjakan harga komoditas sehingga rekomendasi analis adalah menahan (hold) saham ini untuk sementara.
Perusahaan mencatat pendapatan Rp21,7 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 16,9% secara kuartal ke kuartal (qoq) dan 7,6% secara tahunan (yoy). MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold dengan target harga yang merefleksikan perkiraan valuasi PER 2026 sebesar 9,2 kali dan PBV 1,1 kali.
Ikuti Ihram.co.id
