Jakarta Eye Center, yang tercatat sebagai PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), mengajukan rencana penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering di Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan, JECX berencana menerbitkan sekitar 487,98 juta saham baru, setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor. Perusahaan memasang kisaran harga pada tahap book building sebesar Rp1.200–Rp1.400 per saham.
Target Dana Dan Jadwal Penawaran
Dari kisaran harga itu, manajemen membidik perolehan dana sebanyak-banyaknya Rp683,1 miliar. Tahap book building dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Juni, sementara masa penawaran umum atau offering pada 1–3 Juli.
Saham JECX direncanakan tercatat di bursa pada 7 Juli 2026. Untuk penjamin pelaksana emisi efek, perseroan menunjuk Trimegah Sekuritas sebagai lead underwriter.
Sejarah dan Ekspansi
Perusahaan beroperasi secara komersial dengan nama JEC Eye Hospitals & Clinics. PT Nitrasanata Dharma didirikan pada 1 Februari 1984 dengan nama awal Klinik Mata Jakarta (KMJ) dan berganti nama menjadi Jakarta Eye Center pada 1993.
Sejak itu, JEC berkembang menjadi jaringan rumah sakit spesialis mata yang mengedepankan layanan dengan dukungan teknologi. Pada 2012, perseroan membangun gedung berkonsep hospitel dan green building di Kedoya sebagai bagian dari penguatan fasilitas.
Ekspansi jaringan berlangsung melalui pertumbuhan organik, merger, akuisisi, dan kemitraan strategis sejak 2015. Pengembangan lokasi mencakup wilayah Jadetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
Jaringan Layanan
Hingga saat ini, perseroan memiliki dan mengoperasikan lima rumah sakit khusus mata serta 11 klinik mata yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut dimaksudkan untuk memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat.
Ikuti Ihram.co.id
