Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu saham yang direkomendasikan untuk perdagangan, dengan rekomendasi trading buy dan target harga yang ditetapkan oleh beberapa analis sekuritas.
Rekomendasi itu meliputi strategi harian, level entry, serta batasan stop loss yang disarankan oleh analis untuk mengelola risiko pasar.
Rekomendasi Trading
KB Valbury Sekuritas merekomendasikan trading buy saham BBCA untuk perdagangan harian. Target harga harian ditetapkan di Rp 6.500, dengan kisaran masuk (entry price) pada Rp 6.150–6.300.
Secara teknikal, level resistance saham BBCA berada di Rp 6.500 dan level support di Rp 6.150. “Waspada jika harga menembus Rp 6.150. Stop loss di level Rp 5.800,” tulis KB Valbury Sekuritas dalam ulasannya.
Pergerakan Harga dan Aktivitas Asing
Pada perdagangan Jumat (19/6/2026), saham BBCA ditutup menguat 3,7% ke level Rp 6.300. Dalam sepekan terakhir, BBCA naik 6,3% dan dalam sebulan naik 2,8%, namun year to date saham ini tercatat anjlok 21,9%.
Investor asing tercatat memborong saham BBCA terbesar sepanjang pekan 15–19 Juni 2026, dengan net buy asing sebesar Rp 844,2 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia. Posisi kedua ditempati saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net buy asing mencapai Rp 327,2 miliar.
Kenaikan Rekomendasi Sektor Perbankan
Rekomendasi untuk sektor perbankan dinaikkan menjadi overweight dari sebelumnya netral. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis, menyatakan langkah ini meskipun masih ada risiko arus keluar dana asing dan perlambatan ekonomi domestik.
“Di sektor perbankan, BCA (BBCA) tetap menjadi pilihan utama, yang diikuti oleh Bank BTPN Syariah (BTPS),” tulis Victor dan Naura dalam riset mereka. Mereka menilai BBCA dan BTPS memiliki kombinasi ROA yang kuat serta tingkat leverage relatif rendah.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham BBCA dengan target harga tinggi mencapai Rp 10.900. Risiko utama yang disebutkan adalah memburuknya kualitas aset dan kredit secara signifikan serta tekanan yang lebih besar terhadap net interest margin (NIM) dari perkiraan.
Ikuti Ihram.co.id
