Bagi Jorina Waworuntu, lingkungan bukan sekadar istilah di dokumen atau regulasi. Lingkungan adalah ruang hidup: air yang kita gunakan, udara yang kita hirup, tanah tempat berpijak, serta manusia dan tumbuhan yang menjadi bagian ekosistem.

Pandangan itu terbentuk selama lebih dari dua dekade tinggal dan bekerja di Site Batu Hijau. Sebagai Head of Environment Department AMMAN, Jorina memimpin tim yang memastikan operasi perusahaan berjalan sesuai regulasi sekaligus meningkatkan praktik pengelolaan lingkungan.

“Lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya. “Yang membuat sebuah sistem berjalan adalah orang-orang yang memiliki komitmen dan konsistensi.”

Reklamasi dan Rehabilitasi Lahan

Salah satu bentuk nyata komitmen AMMAN adalah program reklamasi lahan. Hingga akhir 2025, perusahaan telah mereklamasi 859,61 hektare, termasuk capaian tahunan terbesar pada 2025 seluas 92,67 hektare.

Reklamasi yang dijalankan mencakup rangkaian panjang: penyelamatan tanah, penataan lahan, pengendalian erosi, penebaran tanaman penutup tanah, penanaman, hingga pemeliharaan. Proses ini dirancang lebih dari sekadar menanam kembali area yang terganggu.

Inisiatif Di Luar Area Operasional

Komitmen perlindungan lingkungan AMMAN juga dilakukan di luar area tambang. Perusahaan melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai seluas sekitar 3.600 hektare, mendukung program perhutanan sosial, serta konservasi laut dan penyu melalui berbagai program, termasuk di Gili Balu dan pesisir selatan Sumbawa.

Upaya tersebut menegaskan pendekatan kolaboratif yang melibatkan perusahaan, pemerintah, dan masyarakat setempat.

Transisi Energi dan Pengelolaan Air

Di bidang energi, AMMAN memperkuat transisi ke sumber yang lebih bersih. Sejak 2022, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 26,8 MWp telah beroperasi dan sepanjang 2025 membantu menghindari emisi sekitar 34.794 ton CO₂e.

Perusahaan juga mengembangkan Combined Cycle Power Plant (CCPP) berkapasitas 450 MW yang menggunakan tenaga gas sebagai bagian dari langkah menuju operasi dengan jejak karbon lebih rendah.

Pengelolaan air menjadi fokus lain. Untuk meningkatkan ketahanan terhadap musim kemarau, AMMAN membangun fasilitas desalinasi di Benete dan Sejorong serta mengoptimalkan pemanfaatan kembali air dalam operasional.

Selain itu, pemantauan berbasis citra satelit digunakan untuk mendeteksi perubahan kondisi lahan lebih cepat sehingga intervensi lingkungan dapat dilakukan secara lebih akurat dan berbasis data.

Peran Manusia dalam Keberlanjutan

Walau investasi infrastruktur dan teknologi besar, Jorina menegaskan faktor penentu tetaplah manusia. Kepedulian terhadap lingkungan dibangun lewat kebiasaan sehari-hari: penggunaan energi dan air secara bijak, pengurangan limbah, menjaga area kerja, serta kepatuhan pada prosedur lingkungan.

Ia rutin mengikuti kegiatan penanaman pohon setiap tahun sebagai bentuk komitmen sederhana namun konsisten. Menurutnya, aksi iklim tidak selalu dimulai dari langkah besar; kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten bisa menjadi fondasi perubahan lebih luas.

Dari Batu Hijau, pengalaman Jorina menggambarkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar target perusahaan. Ia adalah perjalanan panjang yang dibangun melalui disiplin, kolaborasi, dan kepedulian untuk menjaga kualitas hidup kini dan bagi generasi mendatang.